Analisis Determinan Gizi Lebih dan Hubungannya dengan Memori Jangka Pendek pada Remaja di Kota Depok
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
MUHARRAMAH, NURUL AWALIYAH
Khomsan, Ali
Ekawidyani, Karina Rahmadia
Metadata
Show full item recordAbstract
NURUL AWALIYAH MUHARRAMAH. Analisis Determinan Gizi Lebih dan
Hubungannya dengan Memori Jangka Pendek pada Remaja di Kota Depok.
Dibimbing oleh ALI KHOMSAN dan KARINA RAHMADIA EKAWIDYANI.
Fase remaja terjadi banyak perkembangan otak yang membentuk
pengambilan keputusan, salah satunya pada pemilihan dan kebiasaan makan.
Banyak remaja yang memilih makanan cepat saji karena faktor kemudahan, harga,
dan cita rasa yang enak. Gizi lebih pada remaja bersifat multifaktorial, dipengaruhi
oleh faktor individu, faktor orang tua, serta faktor lingkungan. Gizi lebih juga
berkaitan terhadap perubahan neurologis, termasuk gangguan regulasi hormon
seperti leptin, perubahan struktur otak, serta penurunan integritas fungsi memori.
Memori jangka pendek berperan penting dalam proses penerimaan dan retensi
informasi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
determinan gizi lebih dan hubungannya dengan memori jangka pendek pada remaja
di Kota Depok.
Penelitian ini menggunakan design comparative cross-sectional dan telah
dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2025 yang berlokasi di Kota Depok.
Pemilihan kecamatan sebagai unit kluster melalui cluster random sampling, sampel
dipilih dengan teknik purposive sampling melalui koordinasi dengan pihak sekolah.
Perhitungan sampel menggunakan rumus Lwanga dan Lemeshow dan setelah
ditambah 10% antisipasi drop out yaitu 60 masing-masing grup. Perhitungan
sampel menggunakan rumus Lwanga dan Lameshow dengan hasil minimal 108
subjek, ditambah 10% antisipasi drop out sehingga total menjadi 120 siswa.
Pengolahan data menggunakan program WHO AnthroPlus, Microsoft Excel 2021
dan IBM SPSS Version 24.0. Analisis data menggunakan analisis Man Whitney Test
untuk menganalisis perbedaan karakteristik individu, aktivitas fisik, tingkat
kecukupan gizi, dan kualitas makan. Analisis bivariat menggunakan analisis
hubungan chi-square, korelasi Pearson dan Spearman Rank dengan nilai
signifikansi p<0,05. Analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik
berganda untuk mengetahui pengaruh determinan gizi lebih dan regresi linear
berganda untuk mengetahui pengaruh gizi lebih terhadap memori jangka pendek
pada remaja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status gizi remaja gizi lebih
adalah 1,89 z-score dan status gizi remaja normal -0,2 z-score. Tingkat kecukupan
energi, protein, lemak, dan karbohidrat berbeda signifikan, dengan nilai yang lebih
tinggi pada remaja bergizi normal (p<0,05). Hasil analisis bivariat determinan gizi
lebih remaja yang berhubungan signifikan pada remaja yaitu jenis kelamin
(f=0,186; p=0,041), aktivitas fisik (r=0,232; p=0,011), Tingkat kecukupan energi
(r=-0,443; p<0,001), protein (r=-0,271; p=0,003), lemak (r=-0,303; p<0,001), dan
karbohidrat (r=-0,421; p<0,001), dan kualitas diet (r=0,220; p=0,016). Terdapat
pengaruh signifikan antara indeks masa tubuh menurut umur (IMT/U) terhadap
memori jangka pendek (p=0,010, B=-0,507), yang menunjukkan bahwa setiap
peningkatan 1 z-score IMT/U diikuti dengan penurunan skor memori jangka
pendek remaja sebesar 0,507 poin.
Kata Kunci : Depok, determinan gizi lebih, memori jangka pendek, remaja. NURUL AWALIYAH MUHARRAMAH. Analysis of Excess Weight
Determinants and its Association with Short-Term Memory among Adolescents in
Depok City. Supervised by ALI KHOMSAN and KARINA RAHMADIA
EKAWIDYANI.
Adolescence is a period of significant brain development that shapes
decision-making, including food choices and eating habits. Many adolescents
choose fast food because it is convenient, inexpensive, and tastes good. Overweight
in adolescents is multifactorial, influenced by individual, parental, and
environmental factors. Excess weight is also associated with neurological changes,
including hormonal regulation disorders such as leptin, changes in brain structure,
and decreased memory function integrity. Short-term memory plays an important
role in the process of receiving and retaining information in learning. This study
aims to analyze the determinants of excess weight and its association with shortterm memory in adolescents in Depok City.
The study used a comparative cross-sectional design and was conducted from
May to August 2025 in Depok City. Subdistricts were selected as cluster units using
cluster random sampling, and sample was selected using purposive sampling in
coordination with school officials. Sample calculation used the Lwanga and
Lemeshow formula with a 10% allowance for anticipated dropouts, resulting in 60
each group. Data on subject characteristics, parents, duration of social media use,
and physical activity were collected by questionnaire interview. Dietary intake data
were collected using the 2x24 hour food recall method. Adolescent diet quality was
used the diet quality index for adolescents (DQI-A). Data processing was conducted
using the WHO AnthroPlus program, Microsoft Excel 2021, and IBM SPSS
Version 24.0. Data analysis employed the Mann-Whitney U test to assess
differences in individual characteristics, physical activity, nutritional adequacy, and
dietary quality. Bivariate analysis was performed using the chi-square test,
Pearson’s correlation, and Spearman’s rank correlation, with a significance level of
p<0.05. Multivariate analysis utilized multiple logistic regression to determine the
influence of determinants of overnutrition and multiple linear regression to assess
the effect of overnutrition on short-term memory in adolescents.
The results showed that the average nutritional status of excess weight
adolescents was 1.89 z-score and that of normal adolescents was -0.2 z-score. The
adequacy levels of energy, protein, fat, and carbohydrates differed significantly,
with higher values observed in adolescents with normal nutrition (p<0.05).
Bivariate analysis of determinants of adolescent excess weight showed significant
associations with gender (f=0.186; p=0.041), physical activity (r=0.232; p=0.011),
energy adequacy (r=-0.443; p<0.001), protein (r=-0.271; p=0.003), fat (r=-0.303;
p<0.001), carbohydrates (r=-0.421; p<0.001), and diet quality (r=0.220; p=0.016).
There was a significant association between age-adjusted body mass index (BMI/A)
and short-term memory (p=0.010, B=-0.507), indicating that for every 1 z-score
increase in BMI/A, adolescents’ short-term memory scores decreased by 0.507
points.
Keywords: Adolescents, depok, determinants excess weight, short-term memory.

