Show simple item record

dc.contributor.advisorDamar, Ario
dc.contributor.advisorTaryono
dc.contributor.authorSoleman, Arafat
dc.date.accessioned2026-08-14T06:31:48Z
dc.date.available2026-08-14T06:31:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178828
dc.description.abstractRINGKASAN ARAFAT SOLEMAN. Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Ekosistem Mangrove Di Kecamatan Taliabu Timur, Kabupaten Pulau Taliabu. Dibimbing oleh ARIO DAMAR, dan TARYONO. Ekosistem mangrove merupakan salah satu sumber daya alam khas wilayah tropis yang memiliki manfaat ganda dari aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Peran hutan mangrove sangat penting bagi kehidupan, terbukti dari banyaknya spesies fauna dan flora, termasuk manusia, yang bergantung padanya untuk bertahan hidup. Secara ekologis, mangrove berfungsi sebagai penyedia nutrien, habitat pemijahan, pelindung garis pantai dari abrasi, penyaring limbah, serta benteng alami terhadap badai dan tsunami. Selain itu, masyarakat pesisir menggantungkan hidupnya pada fungsi ekonomi mangrove, seperti pemanfaatan kayu, arang, bahan bangunan, serta hasil perikanan dan pertanian. Namun, tingginya intensitas pemanfaatan tersebut menjadikan ekosistem mangrove rentan mengalami degradasi. Kerusakan mangrove umumnya disebabkan oleh dua faktor utama: deforestasi dan degradasi. Deforestasi terjadi akibat konversi lahan menjadi kawasan non-ekosistem, sedangkan degradasi disebabkan oleh penebangan berlebih, pencemaran, dan penggunaan sumber daya tanpa perencanaan yang tepat. Upaya rehabilitasi menjadi strategi penting dalam menjaga kelangsungan fungsi ekologis mangrove. Ekosistem mangrove merupakan komponen penting di daerah pesisir yang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi, namun keberadaannya terancam akibat pemanfaatan sumber daya, perubahan penggunaan lahan, abrasi, dan aktivitas komunitas. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kondisi ekologis ekosistem bakau, mengidentifikasi dan memperkirakan nilai jasa ekosistem, serta merumuskan strategi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan di Kecamatan Taliabu Timur, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Metode pendekatan menggunakan analisis vegetasi, penginderaan jauh. Kondisi ekologis dianalisis berdasarkan kerapatan, frekuensi, penutupan, Indeks Nilai Penting (INP), serta analisis pengolahan data citra sentinel, Jasa ekosistem dianalisis melalui pendekatan nilai ekonomi total yang mencakup jasa penyediaan, pengaturan, pendukung, dan budaya. Selanjutnya, strategi pengelolaan dirumuskan melalui analisis stakeholder, SWOT, dan A’WOT sebagai integrasi SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap dapat menggambarkan populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pengusaha tambak di Kecamatan Taliabu Timur Kabupaten Pulau Taliabu. Penetapan sampel dalam penelitian ini adalah dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dimana secara jumlah sampel dapat menggambarkan dan merepresentasikan hasil disuatu wilayah sesuai dengan yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di wilayah penelitian masih memiliki struktur vegetasi yang relatif alami dengan variasi komposisi dan dominansi jenis pada setiap lokasi. Jenis yang ditemukan antara lain Bruguiera gymnorhiza, Sonneratia, Xylocarpus, Rhizophora, dan Ceriops, dengan pola zonasi yang dipengaruhi oleh karakteristik habitat dan kondisi lingkungan. Namun demikian, terjadi penurunan luasan mangrove dari 2.422,45 ha pada tahun 2022 menjadi 2.311,82 ha pada tahun 2025, yang menunjukkan adanya tekanan terhadap keberlanjutan ekosistem. Nilai Ekonomi Total (NET) ekosistem mangrove mencapai Rp19.159.854.100 per tahun, yang terdiri atas jasa penyediaan sebesar 63,09%, jasa pengaturan 20,09%, jasa pendukung 15,78%, dan jasa budaya 1,04%. Hasil analisis A’WOT menunjukkan bahwa strategi Strength-Threat (ST) merupakan prioritas utama dengan bobot 28,91%, diikuti strategi Strength-Opportunity (SO) sebesar 24,28%, Weakness-Opportunity (WO) sebesar 24,28%, dan Weakness-Threat (WT) sebesar 25,72%, dengan nilai Consistency Ratio sebesar 0,0%. Strategi prioritas diarahkan pada penguatan kelembagaan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, rehabilitasi kawasan terdegradasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pengembangan pemanfaatan mangrove secara lestari. Dengan demikian, pengelolaan mangrove di Kecamatan Taliabu timur perlu dilaksanakan melalui pendekatan terpadu yang mengintegrasikan aspek ekologis, ekonomi, sosial, dan kelembagaan untuk mempertahankan fungsi ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: Ekosistem mangrove, jasa ekosistem, nilai ekonomi total, A’WOT, Taliabu Timur
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSTRATEGI PENGELOLAAN BERKELANJUTAN EKOSISTEM MANGROVE DI KECAMATAN TALIABU TIMUR KABUPATEN PULAU TALIABUid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordekosistem mangroveid
dc.subject.keywordjasa ekosistemid
dc.subject.keywordnilai ekonomi totalid
dc.subject.keywordA’WOTid
dc.subject.keywordTaliabu Timurid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record