| dc.description.abstract | Perovskit oksida berbasis Sr (SrBO3) berpotensi sebagai adsorben CO2 karena kestabilan dan selektivitasnya yang unggul. Penelitian ini bertujuan menghitung energi adsorpsi CO2 pada permukaan perovskit SrBO3 (B = Co, Fe, Mn) menggunakan Density Functional Theory (DFT) dan menjelaskan peran kation B dalam sistem adsorpsi untuk menentukan kation B paling potensial dari logam transisi yang dipilih. Sistem adsorpsi dengan konfigurasi H1, H2, dan V dioptimasi, kemudian energi adsorpsi CO2 dihitung menggunakan fungsi pertukaran-korelasi GGA-PBE. Konfigurasi H2 sebagai konfigurasi paling stabil pada ketiga perovskit menghasilkan energi adsorpsi sebesar -3,688 eV (SrCoO3), -3,967 eV (SrFeO3), dan -4,094 eV (SrMnO3). Perbandingan struktur elektronik perovskit murni dengan konfigurasi H2 mengungkapkan perbedaan energi adsorpsi dikendalikan oleh tingkat kovalensi ikatan B-O dan konfigurasi elektron kation B. Berdasarkan hasil kalkulasi, energi adsorpsi, derajat aktivasi geometri CO2, dan perubahan struktur elektronik, perovskit SrMnO3 menunjukkan kemampuan adsorpsi terbaik. | |