Strategi Bundling Produk sebagai Upaya Peningkatan Volume Penjualan Mitra KlikBi
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
FATWA, MAULANA SYAHRUL
Lidya, Leni
Metadata
Show full item recordAbstract
Keragaman kinerja produk Klinik Bisnis Digital (KlikBi) memerlukan penentuan produk utama dan rancangan paket berdasarkan data penjualan serta struktur biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar pemilihan Popchick dan variannya, perubahan volume penjualan sebelum dan selama program bundling, serta alternatif paket yang diprioritaskan. Data primer diperoleh melalui wawancara semiterstruktur dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari catatan transaksi, harga, harga pokok produksi (HPP), dan biaya. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan analisis Pareto, ABC, perbandingan volume, margin kotor, serta break-even point relatif. Popchick menyumbang 31,84% omzet KlikBi dengan penjualan 9.559 unit dan omzet Rp 148.998.000. Varian Sambal Matah mencatat volume tertinggi, yaitu 2.619 unit dengan omzet Rp 39.285.000 selama 10 bulan aktif dan 159 tanggal penjualan. Perubahan volume sebelum dan selama program belum dapat disimpulkan karena data belum lengkap serta belum memisahkan transaksi paket dan satuan. Paket Sambal Matah dan Milo menjadi prioritas uji coba dengan harga Rp 20.000, total HPP Rp 12.000, dan margin kotor Rp 8.000. Paket tersebut memerlukan kenaikan volume 37,50% atau 360,11 paket per bulan untuk memulihkan margin, setara 22,65 paket per hari aktif berdasarkan pola historis. Variation in Digital Business Clinic (KlikBi) product performance requires bundle selection based on sales and cost data. This study analyzed the selection of Popchick, volume changes before and during the bundling program, and bundle priorities. Primary data came from semistructured interviews and observation, while secondary data comprised transaction, price, production cost, and expense records. Data were analyzed descriptively using Pareto and ABC analyses, volume comparisons, gross margins, and relative break-even point analysis. Popchick contributed 31.84% of KlikBi revenue, with 9.559 units sold and revenue of Rp 148.998,000. Sambal Matah recorded the highest volume, 2.619 units, and revenue of Rp 39.285,000 over 10 active months and 159 selling dates. Volume changes before and during the program could not be concluded because records were incomplete and did not separate bundle transactions from individual sales. The Sambal Matah and Milo bundle was prioritized for an internal trial at Rp 20.000, with a production cost of Rp 12.000 and a gross margin of Rp 8.000. It requires a 37,50%
volume increase, or 360,11 packages monthly, to recover the , equivalent to 22,65 packages per active selling day.

