Show simple item record

dc.contributor.advisorPurnaningsih, Ninuk
dc.contributor.advisorSadono, Dwi
dc.contributor.authorOktaviani, Elfrida
dc.date.accessioned2026-08-14T04:53:20Z
dc.date.available2026-08-14T04:53:20Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178679
dc.description.abstractRegenerasi petani di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat rendahnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) hadir sebagai intervensi strategis untuk mendorong kewirausahaan pemuda perdesaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan penguatan akses layanan. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh implementasi kegiatan, melainkan juga oleh bagaimana peserta memersepsikan kualitas layanan yang mereka terima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) persepsi peserta terhadap kualitas layanan Program YESS berdasarkan dimensi SERVQUAL; (2) pengaruh karakteristik peserta, tingkat partisipasi, dan dukungan lingkungan terhadap persepsi kualitas layanan; serta (3) pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap perilaku kewirausahaan peserta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang didukung data kualitatif melalui wawancara mendalam. Populasi penelitian berjumlah 180 peserta Program YESS yang tersebar pada enam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Bogor. Sampel penelitian sebanyak 120 responden menggunakan proportional random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Prioritas perbaikan kualitas layanan dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta Program YESS di Kabupaten Bogor didominasi oleh laki-laki dengan rentang usia produktif, memiliki tingkat pendidikan menengah, serta telah memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha pertanian maupun agribisnis. Sebagian besar peserta juga memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti Program YESS sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan, serta memperoleh akses terhadap pendampingan dan pembiayaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Program YESS telah menjangkau kelompok sasaran yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. Tingkat partisipasi peserta dalam Program YESS tergolong tinggi. Sebagian besar responden aktif mengikuti kegiatan pelatihan, pendampingan usaha, penyusunan proposal bisnis, serta berbagai kegiatan pengembangan kapasitas yang diselenggarakan selama program berlangsung. Tingginya tingkat keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya hadir sebagai penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang menjadi bagian dari proses pemberdayaan. Meskipun demikian, intensitas partisipasi peserta masih menunjukkan variasi pada beberapa bentuk kegiatan, terutama yang memerlukan interaksi lanjutan setelah pelatihan selesai. Dari aspek dukungan lingkungan, sebagian besar responden menilai bahwa lingkungan eksternal telah memberikan dukungan yang cukup baik terhadap pengembangan usaha. Dukungan tersebut tercermin dari kemudahan memperoleh akses pasar, akses pembiayaan, akses informasi dan komunikasi, dukungan kelembagaan, serta dukungan kebijakan. Walaupun demikian, masih terdapat sebagian peserta yang menghadapi kendala dalam memperoleh akses pembiayaan, memperluas jaringan pemasaran, dan memanfaatkan informasi usaha secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas layanan yang diberikan, tetapi juga oleh kondisi lingkungan yang mendukung keberlanjutan usaha peserta. Persepsi peserta terhadap kualitas layanan Program YESS menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas terhadap layanan yang diberikan. Penilaian tersebut didasarkan pada lima dimensi SERVQUAL yang meliputi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Dimensi empathy memperoleh tingkat kepuasan tertinggi, yang menunjukkan bahwa penyuluh dan pelaksana program dinilai mampu memahami kebutuhan peserta, memberikan perhatian secara personal, serta mendampingi peserta selama proses pengembangan usaha. Sebaliknya, dimensi responsiveness memperoleh tingkat kepuasan yang relatif lebih rendah dibandingkan dimensi lainnya, terutama pada aspek kemudahan komunikasi dengan pelaksana program dan kecepatan respons terhadap kebutuhan peserta di luar kegiatan pelatihan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kualitas interaksi antara penyedia layanan dan peserta menjadi faktor penting dalam membentuk pengalaman peserta selama mengikuti Program YESS. Perilaku kewirausahaan peserta menunjukkan kecenderungan yang positif. Sebagian besar responden memiliki tingkat keinovatifan, keberanian mengambil risiko, ketekunan, dan kemandirian yang relatif tinggi dalam mengembangkan usahanya. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta telah memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi peluang usaha, melakukan pengembangan usaha secara bertahap, serta menunjukkan komitmen dalam mempertahankan usahanya. Meskipun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan inovasi usaha dan memperluas jejaring bisnis agar mampu menghadapi dinamika lingkungan usaha yang semakin kompetitif. Analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa tingkat partisipasi dan dukungan lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kualitas layanan, sedangkan karakteristik peserta berpengaruh tidak signifikan. Selanjutnya, persepsi kualitas layanan dan dukungan lingkungan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewirausahaan, sementara tingkat partisipasi berpengaruh tidak signifikan terhadap perilaku kewirausahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku kewirausahaan lebih ditentukan oleh kualitas pengalaman layanan dan dukungan eksternal dibandingkan keterlibatan semata. Hasil Importance Performance Analysis (IPA) mengidentifikasi bahwa aspek responsiveness, khususnya komunikasi dan ketanggapan petugas, menjadi prioritas utama perbaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan program YESS dalam mendorong perilaku kewirausahaan tidak hanya bergantung pada intensitas pelatihan, tetapi terutama pada kualitas layanan yang responsif dan dukungan lingkungan yang kondusif.
dc.description.sponsorshipLembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePartisipasi Peserta dan Persepsi terhadap Kualitas Layanan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services di Kabupaten Bogorid
dc.title.alternativeParticipant Participation and Perceptions of Service Quality in the Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme in Bogor Regency
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkualitas layananid
dc.subject.keywordpersepsi pesertaid
dc.subject.keywordperilaku kewirausahaanid
dc.subject.keywordprogram YESSid
dc.subject.keywordSERVQUALid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record