Perikanan Bubu dan Kelayakan Usaha di Kecamatan Belakang Padang
Abstract
Kecamatan Belakang Padang merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kota Batam yang memanfaatkan alat tangkap bubu sebagai alat penangkapan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perikanan bubu dan kelayakan usaha di Kecamatan Belakang Padang. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 menggunakan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Operasi penangkapan dilakukan di perairan sekitar Kecamatan Belakang Padang umumnya berada pada kawasan pesisir yang didominasi oleh ekosistem mangrove. Hasil tangkapan yang diperoleh alat tangkap bubu terdiri atas 10 spesies HTU dan 3 spesies HTS. Berdasarkan hasil analisis finansial, usaha penangkapan bubu di Kecamatan Belakang Padang dinyatakan layak untuk diusahakan dan dikembangkan. Hal tersebut ditunjukkan oleh seluruh responden yang memperoleh keuntungan positif, memiliki nilai (R/C) lebih besar dari satu, nilai NPV bernilai positif, nilai IRR lebih besar daripada tingkat suku bunga acuan, serta pendapatan dan produksi aktual yang telah melampaui nilai BEP. Selain itu, nilai PP menunjukkan bahwa investasi dapat kembali dalam jangka waktu tertentu dan nilai ROI menunjukkan bahwa usaha mampu memberikan tingkat pengembalian investasi yang baik. Dengan demikian, usaha penangkapan bubu di Kecamatan Belakang Padang memiliki prospek yang baik untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan layak dikembangkan secara berkelanjutan.

