Sintesis dan Karakterisasi Karboksimetil Selulosa sebagai Pelapis Bioamelioran untuk Pembenah Tanah Berpasir
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Tanwiroh
Muliawati, Nindya Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanah berpasir memiliki kapasitas retensi air yang rendah, stabilitas agregat
yang rendah, dan laju infiltrasi yang tinggi. Perbaikan tanah dapat dilakukan dengan
pemberian bioamelioran. Pelapisan bioamelioran menggunakan karboksimetil
selulosa diharapkan menjaga efektifitasnya dari lingkungan yang ekstrem.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karboksimetil selulosa dan
pengaruh variasi dosis karboksimetil selulosa yang paling optimal sebagai pelapis
untuk pembenah tanah. Penelitian ini diawali dengan sintesis karboksimetil selulosa
dan karakterisasi karboksimetil selulosa yang meliputi kadar air, pH, viskositas,
kadar kemurniannya, analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan analisis
kristalinitas menggunakan XRD, serta diaplikasikan ke tanah dengan beberapa
variasi dosis (F0, F1, F2, F3, F4, dan F5). Pengujian tanah yang dilakukan meliputi
kadar air, pH, kapasitas penahanan air, dan stabilitas agregat tanah. Penelitian ini
menunjukkan kualitas karboksimetil selulosa memenuhi standar SNI 06-3736-1995
mutu 2 dan perlakuan yang paling optimal adalah F2. Perlakuan F2 menunjukkan
hasil yg paling optimal pada uji kadar air, pH, dan kapasitas penahanan air tanah,
sementara nilai uji stabilitas agregat tanah masih lebih baik dibandingkan kontrol. Sandy soil had low water retention capacity, poor aggregate stability, and a
high infiltration rate. Soil improvement could be achieved using bioameliorants,
whose effectiveness under extreme environmental conditions could be enhanced by
coating with carboxymethyl cellulose. This study aimed to evaluate the
characteristics of carboxymethyl cellulose and to determine the optimal dosage as
a coating material for soil conditioners. The research began with the synthesis and
characterization of carboxymethyl cellulose, including moisture content, pH,
viscosity, purity, functional group analysis using FTIR and crystallinity analysis
using XRD, then introduced to soil under treatments (F0, F1, F2, F3, F4, and F5).
Soil parameters measured included moisture content, pH, water holding capacity,
and aggregate stability. The results indicated that the synthesized carboxymethyl
cellulose met the SNI 06-3736-1995 grade 2 standard, with treatment F2 identified
as the most optimal, showing the best performance in moisture content, pH, and
water holding capacity while maintaining better aggregate stability than the control.
Collections
- UF - Chemistry Analysis [151]

