Show simple item record

dc.contributor.advisorFatchiya, Anna
dc.contributor.advisorPurnaningsih, Ninuk
dc.contributor.authorHutahaean, Chryst Richet
dc.date.accessioned2026-08-13T06:36:20Z
dc.date.available2026-08-13T06:36:20Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178514
dc.description.abstractMetode System of Rice Intensification (SRI) padi organik merupakan inovasi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan input, serta mendukung pertanian berkelanjutan. Pada praktiknya, tingkat penerapan setiap komponen metode SRI padi organik di tingkat petani diduga masih bervariasi dan belum seluruhnya diterapkan secara konsisten, khususnya pada petani penerima Program UPLAND di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, faktor-faktor yang memengaruhi tingkat penerapan tersebut serta hubungannya dengan keberlanjutan penerapan masih jarang dikaji, khususnya di Kecamatan Cipatujah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penerapan metode SRI padi organik, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta pengaruhnya terhadap keberlanjutan penerapan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain explanatory survey yang diperkuat data kualitatif, melibatkan 114 petani padi organik di Kecamatan Cipatujah sebagai responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan metode SRI padi organik berada pada kategori sedang, begitu juga dengan keberlanjutan penerapannya yang dilihat dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, seluruhnya berada pada kategori sedang. Penerapan pengairan dan pemeliharaan tanaman serta pengendalian hama dan penyakit menunjukkan capaian tertinggi, sedangkan penggunaan pupuk organik masih tergolong rendah, dan pemilihan varietas unggul, pengolahan lahan dan penanaman, serta proses panen dan pascapanen tergolong sedang. Analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa karakteristik petani (ß=0,209; p<0,05), dukungan lingkungan eksternal (ß=0,233; p<0,001), dan karakteristik inovasi (ß=0,504; p<0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat penerapan, sedangkan dukungan penyuluhan tidak berpengaruh signifikan (ß=-0,078; p>0,05), karena keputusan petani lebih dipengaruhi oleh pengalaman budidaya sebelumnya dan persepsi terhadap karakteristik inovasi dibandingkan intensitas penyuluhan. Karakteristik inovasi merupakan faktor paling dominan, menegaskan bahwa keberhasilan penerapan metode SRI padi organik lebih ditentukan oleh bagaimana petani memersepsikan manfaat dan kemudahan inovasi tersebut, dibandingkan sekadar intervensi eksternal. Tingkat penerapan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan penerapan metode SRI padi organik di Kabupaten Tasikmalaya (ß=0,589; p<0,001), yang merupakan koefisien jalur tertinggi dalam model penelitian ini.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePENERAPAN METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) PADI ORGANIK DI KABUPATEN TASIKMALAYAid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkarakteristik inovasiid
dc.subject.keywordKeberlanjutanid
dc.subject.keywordpadi organikid
dc.subject.keywordsystem of rice intensificationid
dc.subject.keywordSRIid
dc.subject.keywordtingkat penerapanid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record