Show simple item record

dc.contributor.advisorWahdi, Emil
dc.contributor.authorAdlan, Muhammad Fariz
dc.date.accessioned2026-08-13T01:34:42Z
dc.date.available2026-08-13T01:34:42Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178487
dc.description.abstractPenggunaan kemasan berbasis polistirena (Styrofoam) yang sulit terdegradasi mendorong pengembangan kemasan ramah lingkungan berbasis bahan hayati. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan serat daun nanas terhadap karakteristik Kemasan ramah lingkungan berbasis limbah kulit singkong. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi penambahan serat daun nanas sebesar 0%, 5%, 10%, dan 20%. Kemasan ramah lingkungan dibuat menggunakan metode thermopressing pada suhu 160 °C dan tekanan 4 MPa, kemudian diuji kuat tarik, kuat tekan, daya serap air, dan biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar serat daun nanas meningkatkan kuat tarik dari 0,130 menjadi 0,805 MPa dan kuat tekan dari 0,003667 menjadi 0,013800 MPa, serta menurunkan daya serap air dari 13,667% menjadi 7,667%. Perlakuan dengan penambahan serat 20% menghasilkan karakteristik Kemasan ramah lingkungan terbaik, meskipun persentase biodegradasi menurun menjadi 22,377%. Temuan ini menunjukkan bahwa serat daun nanas berpotensi berpeluang dikembangkan sebagai alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan.
dc.description.abstractThe use of polystyrene (Styrofoam) packaging, which is difficult to degrade, has encouraged the development of environmentally friendly bio-based packaging materials. An experimental method was employed using pineapple leaf fiber contents of 0%, 5%, 10%, and 20%. The Eco-friendly packaging was produced using the thermopressing method at 160 °C and 4 MPa, and was evaluated for tensile strength, compressive strength, water absorption, and biodegradability. The results showed that increasing the pineapple leaf fiber content improved tensile strength from 0.130 to 0.805 MPa and compressive strength from 0.003667 to 0.013800 MPa, while reducing water absorption from 13.667% to 7.667%. The treatment containing 20% pineapple leaf fiber produced the best Eco-friendly packaging characteristics, although the biodegradation rate decreased to 22.377%. These findings indicate that pineapple leaf fiber has the potential to improve the mechanical properties of cassava peel waste-based Eco-friendly packaging, making it a promising environmentally friendly packaging alternative.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePEMANFAATAN KULIT SINGKONG SEBAGAI BAHAN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN VARIASI PENAMBAHAN SERAT DAUN NANASid
dc.title.alternativeUTILIZATION OF CASSAVA PEEL AS ECO-FRIENDLY PACKAGING WITH MATERIALS VARIATIONS INVOLVING THE ADDITIONS OF PINEAPPLE LEAF FIBER
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordKarakteristikid
dc.subject.keywordkemasan ramah lingkunganid
dc.subject.keywordkulit singkongid
dc.subject.keywordserat daun nanasid
dc.subject.keywordcharacteristicsid
dc.subject.keywordcassava peelid
dc.subject.keywordeco-friendly packagingid
dc.subject.keywordpineapple leaf fiberid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record