Show simple item record

dc.contributor.advisorLidya, Leni
dc.contributor.authorSyahita, Hani Amelya
dc.date.accessioned2026-08-12T04:27:22Z
dc.date.available2026-08-12T04:27:22Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178375
dc.description.abstractRumah Que Que adalah UMKM kuliner tradisional di Kota Bogor dengan ketan srikaya produk unggulan penyumbang rata-rata 52 persen volume penjualan bulanan, namun menghadapi persaingan harga sehingga memerlukan strategi pengembangan pasar. Penelitian bertujuan memetakan model bisnis, mengidentifikasi komponen perlu diperbaiki, dan merumuskan strategi pengembangan pasar melalui Business Model Canvas (BMC), didukung kuesioner 54 responden dan analisis finansial. Hasil pemetaan menunjukkan sembilan elemen BMC terbentuk dengan kekuatan pada sertifikasi halal, PIRT, kesegaran, dan higienitas, sedangkan kelemahan pada variasi rasa, kepraktisan pemesanan daring, efektivitas bundling, kesediaan membayar lebih tinggi, dan konsistensi pembelian ulang. Strategi difokuskan pada penajaman segmen konsumen luar kota, lini premium/hampers, aktivasi WhatsApp Business, program loyalitas, dan penggeseran bauran produk ke varian bermargin tinggi. Analisis finansial memproyeksikan penerimaan naik 26,4 persen menjadi Rp129.540.000 dan laba bersih naik 46,0 persen menjadi Rp42.526.045 per bulan, dengan titik impas menurun dan tingkat keamanan naik dari 74,5 persen menjadi 79,7 persen. BMC terbukti efektif membantu UMKM merumuskan strategi pengembangan pasar layak secara finansial dan berisiko rendah tanpa investasi maupun tenaga kerja tambahan signifikan.
dc.description.abstractRumah Que Que is a traditional culinary SME in Bogor City, with ketan srikaya, its flagship product, contributing an average 52 percent of monthly sales, yet facing price competition requiring a market development strategy. This study maps the business model, identifies components needing improvement, and formulates a strategy through the Business Model Canvas (BMC), supported by a questionnaire of 54 respondents and financial analysis. The mapping shows all nine BMC elements established, with strengths in halal certification, PIRT licence, freshness, and hygiene, while weaknesses appear in flavour variation, ordering convenience, bundling effectiveness, willingness to pay a premium, and repeat purchase consistency. The strategy focuses on sharpening the out of town segment, a premium/hampers line, activating WhatsApp Business, a loyalty program, and shifting the product mix toward higher margin variants. Financial analysis projects revenue rising 26,4 percent to Rp129.540.000 and net profit 46,0 percent to Rp42.526.045 monthly, with a lower Break Even Point (BEP) and margin of safety rising from 74,5 to 79,7 percent. BMC proves effective in helping SME formulate a financially feasible, low risk strategy without significant additional investment or labour.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengembangan Pasar Ketan Srikaya di Rumah Que Que melalui Pendekatan Business Model Canvas (BMC)id
dc.title.alternativeMarket Development Strategy of Ketan Srikaya at Rumah Que Que through the Business Model Canvas (BMC) Approach.
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordbusiness model canvasid
dc.subject.keywordketan srikayaid
dc.subject.keywordmargin contributionid
dc.subject.keywordmarket developmentid
dc.subject.keywordMSMEid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record