Analisis kelayakan dan Daya Dukung Wisata Pemandian Air Panas Cipanas, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan
Date
2026Author
KHANSA, EGALITA
Buitenzorgy, Meilanie
Pramudita, Danang
Metadata
Show full item recordAbstract
Pariwisata alam mengalami perkembangan seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman wisata berbasis alam, kesehatan, dan keberlanjutan. Wisata Pemandian Air Panas Cipanas di Desa Subang, Kabupaten Kuningan merupakan destinasi berbasis sumber daya alam yang memiliki manfaat kesehatan dari kandungan belerang air panasnya. Meskipun berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan dan manfaat kesehatannya belum memiliki nilai ekonomi yang terukur karena termasuk barang yang tidak memiliki nilai pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wisatawan, mengestimasi daya dukung kawasan, mengestimasi nilai ekonomi manfaat kesehatan, dan menilai kelayakan pengembangan wisata. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, carrying capacity, travel cost method, dan cost benefit analysis. Hasil menunjukkan bahwa wisatawan memiliki persepsi yang baik terhadap wisata. Analisis daya dukung kawasan menunjukkan jumlah kunjungan masih belum mengalami over carrying capacity. Nilai ekonomi manfaat kesehatan Wisata Pemandian Air Panas sebesar Rp1.487.019.607,84 per tahun. Berdasarkan hasil analisis kelayakan, skenario 3 merupakan skenario terbaik dengan nilai NPV sebesar Rp3.472.969.174,37, Net B/C sebesar 2,67, IRR sebesar 15,48%, dan payback period selama 10 tahun 2 bulan. Nature-based tourism is expanding alongside growing tourist interest in experiences centered on nature, wellness, and sustainability. The Cipanas Hot Springs tourism site in Subang Village, Kuningan Regency, is a natural tourism destination offering health benefits derived from the sulfur content of its hot springs. Despite its potential to enhance community well-being, management faces various challenges, and the health benefits lack quantifiable economic value as they constitute a non-market good. This study aims to analyze tourist perceptions, estimate the area's carrying capacity, estimate the economic value of health benefits, and assess the feasibility of tourism development. The study employs descriptive analysis, carrying capacity assessment, the travel cost method, and cost-benefit analysis. Results indicate that tourists hold a positive perception of the site. The carrying capacity analysis reveals that visitor numbers remain within sustainable limits. The estimated economic value of the hot springs' health benefits is 1,487,019,607.84 IDR per year. The results of the feasibility analysis show that scenario 3 is the best scenario with an NPV of 3.472.969.174,37 IDR, a Net B/C of 2,67, an IRR of 15,48%, and a payback period of 10 years and 2 months.

