Show simple item record

dc.contributor.advisorNovindra
dc.contributor.authorSalsabila, Nur Rafifah
dc.date.accessioned2026-08-12T03:59:35Z
dc.date.available2026-08-12T03:59:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178348
dc.description.abstractPeningkatan jumlah penduduk seiring bonus demografi meningkatkan timbulan sampah di Kabupaten Bekasi hingga menghasilkan sampah sekitar 2.250 ton per hari dengan dominasi sampah rumah tangga. Namun capaian pengurangan sampah Kabupaten Bekasi baru mencapai 7,48% dan penanganannya 34,41%, yang masih di bawah target nasional yaitu sebesar 30% dan 70%. Di samping itu, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih rendah dan meskipun jumlah bank sampah di Kabupaten Bekasi cukup banyak, pengelolaannya belum berjalan optimal. Bank Sampah Villa 1 Asri di Kecamatan Tambun Selatan merupakan salah satu bank sampah pelopor yang telah melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya pada tingkat rumah tangga serta mengolah sampah organik secara berkelanjutan sehingga berpotensi menjadi contoh bagi pengembangan bank sampah lainnya, Tujuan dari penelitian ini adalah; 1) Mengidentifikasi mekanisme operasional bank sampah; 2) Menganalisis nilai tambah; 3) Menganalisis status keberlanjutan Bank Sampah Villa 1 Asri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, metode hayami dan analisis keberlanjutan (MSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional Bank Sampah Villa 1 asri sudah berjalan sesuai standar pengelolaan sampah permukiman, pengolahan sampah organik menjadi maggot segar, maggot kering dan pupuk kompos menghasilkan nilai tambah positif, serta Bank sampah villa 1 asri sudah berada dalam kategori berkelanjutan berdasarkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
dc.description.abstractPopulation growth alongside the demographic bonus has increased waste generation in Bekasi Regency to about 2,250 tons per day, dominated by household waste. However, Bekasi Regency's waste reduction rate is only 7.48%, and its handling rate is 34.41%, both below the national targets of 30% and 70%, respectively. Community participation in waste management remains low, and although Bekasi Regency has many waste banks, their management is not yet optimal. Bank Sampah Villa 1 Asri in Tambun Selatan Subdistrict is a pioneering waste bank that manages waste from the household source and sustainably processes organic waste, making it a potential model for other waste banks. This study aims to: 1) identify the waste bank's operational mechanism; 2) analyze its value added; and 3) analyze the sustainability status of Bank Sampah Villa 1 Asri. The methods used are descriptive qualitative, the Hayami method, and sustainability analysis (MSA). Results show that Bank Sampah Villa 1 Asri operates in accordance with residential waste management standards, that processing organic waste into fresh maggot, dried maggot, and compost generates positive value added, and that the waste bank is in the sustainable category based on economic, social, and environmental aspects.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Nilai Tambah Pengelolaan Sampah Organik dan Keberlanjutan Bank Sampah Villa 1 Asri Kabupaten Bekasiid
dc.title.alternativeAdded Value Analysis of Organic Waste Management and the Sustainability of Bank Sampah Villa 1 Asri in Bekasi Regency.
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordnilai tambahid
dc.subject.keywordKeberlanjutanid
dc.subject.keywordsampah organikid
dc.subject.keywordbank sampahid
dc.subject.keywordSustainabilityid
dc.subject.keywordWaste Bankid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record