Peran Modal Sosial Pada Kelompok Wanita Tani Sekar Dalam Pengembangan Urban Farming Di Desa Rawapanjang Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor
Abstract
SITI AULIYA. Peran Modal Sosial Pada Kelompok Wanita Tani Sekar Dalam Pengembangan Urban Farming Di Desa Rawapanjang Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor. Dibimbing oleh MUHAMMAD IQBAL NURULHAQ dan TRI BUDIARTO.
Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan alih fungsi lahan pertanian mendorong berkembangnya urban farming sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah perkotaan dan peri-urban. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran modal sosial pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar dalam pengembangan urban farming di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan teori modal sosial Putnam yang menekankan unsur kepercayaan, norma, dan jaringan sosial. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan memperkuat kerja sama dan partisipasi anggota, norma menjadi pedoman dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kelompok, sedangkan jaringan sosial memperluas akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan berbagai pihak. Temuan ini menunjukkan bahwa modal sosial berperan penting dalam mendukung keberlanjutan urban farming. Population growth, urbanization, and agricultural land conversion have encouraged
the development of urban farming as an effort to support food security in urban and
peri-urban areas. This study aimed to analyze the role of social capital in the
development of urban farming within the Sekar Women Farmers Group (KWT
Sekar) in Rawapanjang Village, Bojonggede District, Bogor Regency. The study
employed Putnam’s social capital theory, which emphasizes trust, norms, and social
networks. A qualitative approach was used, with data collected through
observation, in-depth interviews, and documentation involving six informants. The
findings revealed that trust strengthened cooperation and member participation,
norms served as guidelines for maintaining the continuity of group activities, and
social networks expanded access to information, training, and support from various
stakeholders. These findings indicate that social capital plays an important role in
supporting the sustainability of urban farming.

