Model Sistem Dinamis Keberlanjutan Perikanan Cumi-Cumi Dampak Penambangan Timah Laut di Desa Batu Belubang Bangka Tengah
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Dianti, Sari Rama
Nurani, Tri Wiji
Mustaruddin
Metadata
Show full item recordAbstract
Perikanan cumi-cumi merupakan salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat pesisir Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah, sekaligus komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi. Di sisi lain, wilayah perairan yang sama juga dimanfaatkan untuk aktivitas penambangan timah laut sehingga menimbulkan tumpang tindih pemanfaatan ruang laut. Kondisi tersebut mendorong perubahan daerah penangkapan ikan, peningkatan biaya operasional, dan perubahan pola usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan. Berbagai penelitian sebelumnya mengkaji dampak penambangan terhadap aspek lingkungan maupun sosial ekonomi masyarakat pesisir secara parsial. Kajian secara komprehensif perlu dilakukan yang mengintegrasikan strategi adaptasi yang dilakukan nelayan dengan keberlanjutan perikanan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas perikanan cumi-cumi dan aktivitas penambangan timah laut di Desa Batu Belubang, menilai keterkaitan antara strategi adaptasi dan keberlanjutan perikanan cumi-cumi, serta menyusun model sistem dinamis keberlanjutan perikanan cumi-cumi sebagai dasar pengelolaan perikanan berkelanjutan.
Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober–November 2025 di Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, pengisian kuesioner, pengukuran ikan, dan studi pustaka. Responden penelitian terdiri atas 35 nelayan cumi-cumi yang dipilih menggunakan purposive sampling, sedangkan responden pengelola TPI Desa Batu Belubang dan tokoh masyarakat ditentukan menggunakan snowball sampling. Sampel cumi-cumi yang diukur berjumlah 200 ekor. Strategi adaptasi dianalisis secara deskriptif dan spasial, sedangkan penilaian keberlanjutan dilakukan menggunakan indikator keberlanjutan yang mencakup dimensi ekologi, sosial ekonomi/komunitas, dan kelembagaan. Hasil analisis diintegrasikan ke dalam model sistem dinamis menggunakan pendekatan Causal Loop Diagram (CLD) dan Stock Flow Diagram (SFD) untuk mensimulasikan berbagai skenario pengelolaan untuk mendukung keberlanjutan perikanan cumi-cumi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan laut di Desa Batu Belubang dicirikan oleh pemanfaatan ruang laut secara bersamaan oleh sektor perikanan tangkap dan penambangan timah laut. Perikanan tangkap didominasi oleh usaha penangkapan cumi-cumi menggunakan bagan perahu dan bagan apung, sedangkan aktivitas penambangan dilakukan melalui ponton tradisional dan TI (Tambang Inkonvensional) Tower. Keberadaan kedua aktivitas pada wilayah perairan yang sama menyebabkan tumpang tindih pemanfaatan ruang laut dan tekanan bagi perikanan cumi-cumi yang mendorong perubahan daerah penangkapan dan adaptasi nelayan.
Nelayan merespons tekanan tersebut melalui tiga strategi adaptasi utama, yaitu perpindahan daerah penangkapan ke lokasi yang lebih jauh, perubahan teknologi penangkapan dari bagan tancap menuju bagan perahu dan bagan apung yang lebih fleksibel, serta diversifikasi mata pencaharian. Hasil analisis deskriptif dan spasial adaptasi yang dilakukan nelayan menunjukkan perubahan jarak daerah penangkapan hampir dua kali jaraknya dibandingkan dengan sebelumnya. Penilaian keberlanjutan perikanan keterkaitannya dengan strategi adaptasi yang dilakukan oleh nelayan menunjukkan bahwa dimensi sosial ekonomi/komunitas memperoleh indeks sebesar 0,76, dimensi ekologi dengan indeks 0,64, dan dimensi kelembagaan dengan indeks 0,58. Status keberlanjutan masing-masing dimensi termasuk kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa strategi adaptasi nelayan masih mampu mendukung keberlangsungan usaha penangkapan cumi-cumi, namun masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan perbaikan untuk menjamin keberlanjutan perikanan cumi-cumi.
Model sistem dinamis dikembangkan melalui integrasi submodel aktivitas penambangan dan daerah penangkapan, produksi, serta sub model ekonomi. Model telah diuji validitasnya, kemudian digunakan untuk mensimulasikan skenario pengelolaan perikanan cumi-cumi dengan adanya kegiatan tambang timah laut selama periode 2026–2036. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas penambangan menyebabkan daerah penangkapan bergeser semakin jauh, produksi cumi-cumi menurun, dan keuntungan usaha nelayan berkurang lebih cepat. Sebaliknya, skenario pengendalian aktivitas penambangan menghasilkan peningkatan jarak daerah penangkapan yang paling rendah, mampu mempertahankan produksi pada tingkat yang lebih tinggi, serta memberikan keuntungan usaha yang lebih baik dibandingkan skenario lainnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan perikanan cumi-cumi di Desa Batu Belubang perlu dilakukan melalui upaya pengendalian aktivitas penambangan dipadukan dengan penguatan kelembagaan, peningkatan efisiensi usaha penangkapan, serta pengembangan mata pencaharian alternatif.
Collections
- MF - Fisheries [3362]

