Show simple item record

dc.contributor.advisorPurnamawati, Iis
dc.contributor.authorZAHRA, ANNISA PUTRI SILVARA AL
dc.date.accessioned2026-08-11T07:55:27Z
dc.date.available2026-08-11T07:55:27Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178277
dc.description.abstractPenyakit busuk buah (Phytophthora palmivora) merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman kakao yang dapat menurunkan produksi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah biokaolin yang mengandung tanah liat putih dan Beauveria bassiana. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh aplikasi biokaolin terhadap kejadian dan keparahan penyakit busuk buah kakao di PTPN I Regional 5 Kebun Kalirejo Kendenglembu pada bulan Agustus hingga Desember 2025. Perlakuan yang digunakan yaitu T0 (kontrol), T1 (kaolin 55 g dan B. bassiana 6 g), T2 (kaolin 65 g dan B. bassiana 7 g), dan T3 (kaolin 75 g dan B. bassiana 8 g) dengan masing-masing 30 buah sampel. Aplikasi biokaolin dilakukan setiap satu minggu sekali dengan metode oles. Parameter yang diamati meliputi kejadian dan keparahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi biokaolin mampu menekan perkembangan penyakit busuk buah kakao pada perlakuan T1 dan T2 yaitu kejadian penyakit sebesar 7,08%, sedangkan keparahan penyakit terendah dihasilkan oleh perlakuan T1 sebesar 1,77%. Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi biokaolin berpotensi digunakan sebagai alternatif pencegahan penyakit busuk buah kakao.
dc.description.abstractPod rot disease (Phytophthora palmivora) is one of the major diseases in cocoa that can reduce production. One control measure is the application of biokaolin, which contains white clay (kaolin) and Beauveria bassiana. This study aimed to identify the effect of biokaolin application on the progression of cocoa fruit rot disease at PTPN I Regional 5, Kalirejo Kendenglembu Estate, from August to December 2025. The treatments applied were T0 (control), T1 (55 g kaolin and 6 g B. bassiana), T2 (65 g kaolin and 7 g B. bassiana), and T3 (75 g kaolin and 8 g B. bassiana), each with 30 fruit samples. Biokaolin was applied once a week using a brushing (smearing) technique. The parameters observed were disease incidence and severity. Results showed that biokaolin application suppressed the development of cocoa fruit rot disease, with treatments T1 and T2 producing a disease incidence of 7.08%, while the lowest disease severity (1.77%) was recorded in treatment T1. These findings indicate that biokaolin application has potential as an alternative method for preventing cacao fruit rot disease.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAplikasi Biokaolin untuk Penghambatan Penyakit Busuk Buah di PTPN I Regional 5id
dc.title.alternative
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordBeauveria bassianaid
dc.subject.keywordBiokaolinid
dc.subject.keywordCacaoid
dc.subject.keywordSeverity diseaseid
dc.subject.keywordPhytophthora palmivoraid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record