Aplikasi Biokaolin untuk Penghambatan Penyakit Busuk Buah di PTPN I Regional 5
Abstract
Penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora) merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman kakao yang dapat menurunkan produksi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah biokaolin yang mengandung tanah liat putih dan Beauveria bassiana. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh aplikasi biokaolin terhadap kejadian dan keparahan penyakit busuk buah kakao di PTPN I Regional 5 Kebun Kalirejo Kendenglembu pada bulan Agustus hingga Desember 2025. Perlakuan yang digunakan yaitu T0 (kontrol), T1 (kaolin 55 g dan B. bassiana 6 g), T2 (kaolin 65 g dan B. bassiana 7 g), dan T3 (kaolin 75 g dan B. bassiana 8 g) dengan masing-masing 30 buah sampel. Aplikasi biokaolin dilakukan setiap satu minggu sekali dengan metode oles. Parameter yang diamati meliputi kejadian dan keparahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi biokaolin mampu menekan perkembangan penyakit busuk buah kakao pada perlakuan T1 dan T2 yaitu kejadian penyakit sebesar 7,08%, sedangkan keparahan penyakit terendah dihasilkan oleh perlakuan T1 sebesar 1,77%. Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi biokaolin berpotensi digunakan sebagai alternatif pencegahan penyakit busuk buah kakao. Pod rot disease (Phytophthora palmivora) is one of the major diseases in cocoa that can reduce production. One control measure is the application of biokaolin, which contains white clay (kaolin) and Beauveria bassiana. This study aimed to identify the effect of biokaolin application on the progression of cocoa fruit rot disease at PTPN I Regional 5, Kalirejo Kendenglembu Estate, from August to December 2025. The treatments applied were T0 (control), T1 (55 g kaolin and 6 g B. bassiana), T2 (65 g kaolin and 7 g B. bassiana), and T3 (75 g kaolin and 8 g B. bassiana), each with 30 fruit samples. Biokaolin was applied once a week using a brushing (smearing) technique. The parameters observed were disease incidence and severity. Results showed that biokaolin application suppressed the development of cocoa fruit rot disease, with treatments T1 and T2 producing a disease incidence of 7.08%, while the lowest disease severity (1.77%) was recorded in treatment T1. These findings indicate that biokaolin application has potential as an alternative method for preventing cacao fruit rot disease.

