| dc.description.abstract | Disparitas gender masih menjadi isu penting dalam pembangunan manusia karena perempuan dan laki-laki belum sepenuhnya memperoleh capaian yang setara pada aspek kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan ekonomi. Provinsi Jawa Barat memiliki nilai Indeks Pembangunan Gender terendah di antara provinsi di Pulau Jawa pada tahun 2024, sedangkan 27 kabupaten/kotanya menunjukkan karakteristik disparitas yang beragam. Berbagai metode penggerombolan dapat menghasilkan solusi yang berbeda meskipun menggunakan data yang sama. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan cluster ensemble untuk mengombinasikan beberapa hasil penggerombolan menjadi solusi konsensus. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat berdasarkan delapan rasio capaian perempuan terhadap laki-laki menggunakan tujuh metode penggerombolan dan algoritma Link-Based Cluster Ensemble. Sebanyak 12 partisi unik tanpa singleton digunakan sebagai anggota ensemble. Hasil penelitian menunjukkan 5 gerombol tanpa singleton dengan nilai Indeks Davies–Bouldin sebesar 1,0241 dan keanggotaan yang sama pada 3 fungsi konsensus. Nilai tersebut lebih kecil daripada hasil terbaik metode pautan lengkap, median, dan rataan, serta sama dengan metode Ward dan k-rataan. Setiap gerombol memiliki karakteristik berbeda pada sektor pendidikan, ekonomi, ketenagakerjaan, dan kesehatan. Gerombol pertama perlu diprioritaskan karena menunjukkan ketertinggalan perempuan secara bersamaan pada sektor ekonomi dan ketenagakerjaan serta pada capaian pendidikan menengah ke atas. | |