Show simple item record

dc.contributor.advisorLatifah, Melly
dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.authorWahyuningrum, Eko
dc.date.accessioned2026-08-10T14:30:05Z
dc.date.available2026-08-10T14:30:05Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178030
dc.description.abstractRegulasi emosi merupakan kemampuan penting pada remaja awal karena berkaitan dengan kemampuan menghadapi tuntutan perkembangan dan mencegah munculnya perilaku maladaptif, seperti agresivitas, perundungan, dan kekerasan. Kemampuan regulasi emosi tidak berkembang secara terpisah, tetapi dipengaruhi oleh konteks perkembangan, terutama hubungan dengan orang tua dan teman sebaya. Berdasarkan Attachment Theory, kelekatan yang aman menjadi fondasi bagi perkembangan sosial-emosional dan dapat tercermin dalam praktik pengasuhan yang hangat, responsif, dan suportif. Seiring meningkatnya peran teman sebaya pada masa remaja, kualitas pertemanan juga menjadi konteks penting dalam perkembangan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kelekatan orang tua–anak terhadap pengasuhan orang tua, kualitas pertemanan, dan regulasi emosi; pengaruh pengasuhan orang tua terhadap kualitas pertemanan dan regulasi emosi; serta pengaruh kualitas pertemanan terhadap regulasi emosi remaja awal. Penelitian menggunakan desain cross-sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Kota Depok dengan 224 responden siswa kelas VIII, dan setelah data cleaning diperoleh 184 responden yang memenuhi kelengkapan data untuk dianalisis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire dan kualitas pertemanan menggunakan Friendship Quality Scale. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelekatan orang tua–anak berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengasuhan orang tua dan regulasi emosi, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pertemanan. Pengasuhan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi, tetapi tidak terhadap kualitas pertemanan. Kualitas pertemanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kelekatan, praktik pengasuhan yang positif, dan lingkungan pertemanan yang sehat dalam mendukung regulasi emosi remaja awal.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Kelekatan Orang Tua-Anak, Pengasuhan Orang Tua, dan Kualitas Pertemanan Terhadap Regulasi Emosi Remaja Awalid
dc.title.alternativeThe Effects of Parent–Child Attachment, Parenting, and Friendship Quality on Emotion Regulation in Early Adolescents
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkelekatan orang tua–anakid
dc.subject.keywordpengasuhan orang tuaid
dc.subject.keywordregulasi emosiid
dc.subject.keywordremaja awalid
dc.subject.keywordkualitas pertemananid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record