Deindustrialisasi: Implikasi Terhadap Struktur Tenaga Kerja Pulau Jawa
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
REIS, BILLIE HADRIANO DOS
Panjaitan, Dian Verawati
Metadata
Show full item recordAbstract
Penurunan kontribusi industri pengolahan sebelum tercapainya kematangan industrialisasi dapat melemahkan peran manufaktur sebagai penggerak pertumbuhan dan penyerap tenaga kerja. Penelitian ini menganalisis pergeseran sektoral serta keterkaitan perkembangan manufaktur dengan penyerapan tenaga kerja menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin pada 119 kabupaten/kota di Pulau Jawa. Metode yang digunakan meliputi Compound Annual Growth Rate (CAGR), Relative Rotation Graph (RRG), dan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi manufaktur menurun secara persisten dan bergeser dari kuadran Leading menuju Weakening. Regresi kuadratik menunjukkan pola U terbalik yang signifikan. Pangsa manufaktur tidak memengaruhi penyerapan tenaga kerja secara signifikan pada seluruh jenjang pendidikan. Pertumbuhan manufaktur meningkatkan penyerapan tenaga kerja berpendidikan SMP, SMA, dan Universitas. Berdasarkan jenis kelamin, peningkatan pangsa manufaktur meningkatkan penyerapan tenaga kerja laki-laki, sedangkan pertumbuhan manufaktur meningkatkan penyerapan tenaga kerja perempuan. Kebijakan reindustrialisasi perlu diarahkan pada perluasan produksi yang menciptakan pekerjaan, penyelarasan kompetensi Diploma, dan penguatan kegiatan manufaktur yang menyerap perempuan.

