| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan bisnis
konservasi yang berkelanjutan di Turtle Conservation and Education Center
(TCEC) Serangan, Bali. Mengingat kompleksitas tantangan operasional dan tata
kelola yang dihadapi, penelitian ini mengintegrasikan tiga instrumen analisis utama
secara komprehensif, yaitu analisis sistem variabel (MICMAC), analisis dinamika
pemangku kepentingan (MACTOR), serta evaluasi kinerja pengelolaan multi
dimensi.
Berdasarkan hasil analisis MICMAC, sistem tata kelola bisnis TCEC berada
dalam kondisi yang tidak stabil secara dinamis. Sebanyak sembilan dari dua belas
variabel esensial menumpuk di kuadran relay variables (saling mempengaruhi dan
sangat bergantung) tanpa adanya variabel penggerak mandiri (key driver), yang
memicu risiko efek berantai (feedback loop) apabila terjadi guncangan eksternal.
Sementara itu, analisis MACTOR menunjukkan bahwa meskipun secara struktural
World Wide Fund for Nature (WWF) memegang posisi dominan, daya saing
operasional dan kapasitas veto tertinggi di lapangan justru dipegang oleh
Masyarakat Lokal, Bandesa Adat Serangan, dan Manajemen TCEC. Di sisi lain,
evaluasi kinerja pengelolaan TCEC menunjukkan capaian yang baik dengan skor
tertinggi pada aspek pelestarian penyu dan edukasi, namun masih menghadapi
tantangan pada aspek kemandirian finansial yayasan dan pengembangan UMKM.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dirumuskan strategi kebijakan
berbasis problem-solution yang mencakup: (1) penerapan kemandirian finansial
melalui skema imbal jasa lingkungan dan ekonomi sirkular; (2) restrukturisasi
kelembagaan melalui kerangka co-management untuk menjembatani hukum positif
BKSDA dan kearifan lokal Bandesa Adat guna melepas ketergantungan dari NGO
eksternal; serta (3) transformasi peran masyarakat lokal dari sekadar penerima
manfaat pasif menjadi subjek pengambil keputusan (social shareholders) dalam
ekowisata berbasis komunitas. | |