| dc.description.abstract | Zooplankton, terutama Daphnia sp., memainkan peran penting dalam jaring
makanan perairan. Kehadiran predator memicu respons pertahanan, termasuk
perubahan siklus hidup, melalui sinyal kimia (kairomon). Tumbuhan air seperti
kangkung air (Ipomoea aquatica) diyakini memberikan perlindungan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis efek kairomon ikan dan peran kangkung air
dalam memoderasi dampaknya terhadap reproduksi dan kelangsungan hidup
Daphnia sp. Penelitian ini menggunakan metode bioassay dengan desain blok
acak. Perlakuan yang digunakan meliputi: kontrol (C), kangkung air (A),
kairomon (K), dan kairomon + kangkung air (H). Parameter yang diamati meliputi
jumlah neonatus, usia pertama reproduksi (AFR), usia kedua reproduksi (ASR),
rasio Clutch 2/Clutch 1, dan tingkat mortalitas.
Data dianalisis menggunakan model campuran linier (LMER) dan uji t.
Kairomon secara signifikan menekan jumlah neonatus pada Clutch pertama (K:
9,85 ± 6,08; H: 9,92 ± 6,23 vs. C: 13,59 ± 5,05) dan menunda AFR (K: 7,35 ±
0,94; H: 7,04 ± 0,84 vs. C: 6,15 ± 0,65 hari). Namun, terdapat peningkatan
kompensasi pada kluster kedua, seperti yang ditunjukkan oleh rasio C2/C1
tertinggi pada perlakuan kairomon (2,3) dan perlakuan kairomon + kangkung
(2,11). Angka kematian tertinggi terjadi pada perlakuan kairomon (45,24%) dan
perlakuan kairomon + kangkung (42,86%).
Kehadiran I. aquatica saja tidak secara signifikan mempengaruhi parameter
reproduksi, tetapi meningkatkan angka kematian (14,29%) dibandingkan dengan
kontrol. Kairomon memicu strategi reproduksi kompensasi (hidup cepat,
bereproduksi dini) pada Daphnia sp. tetapi dengan biaya kematian yang tinggi.
Kehadiran I. aquatica tidak efektif dalam meredam efek negatif kairomon,
menunjukkan bahwa sinyal kimia lebih dominan daripada perlindungan fisik
dalam mempengaruhi strategi hidup Daphnia sp. | |