Show simple item record

dc.contributor.advisorSaharuddin
dc.contributor.advisorKolopaking, Lala M.
dc.contributor.authorNurazizah, Annisa
dc.date.accessioned2026-08-10T07:09:03Z
dc.date.available2026-08-10T07:09:03Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177964
dc.description.abstractMeningkatnya kunjungan wisatawan ke Kampung Naga mendorong terjadinya interaksi yang semakin intensif antara masyarakat adat dengan pihak luar. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan pariwisata tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang menjadi identitas komunitas. Dalam konteks tersebut, transformasi kearifan lokal menjadi proses penting untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses transformasi kearifan lokal yang membentuk karakter kewirausahaan sosial di Kawasan Kampung Naga serta menganalisis transformasi tersebut berdasarkan dimensi ikatan sosiokultural, relasi mikro–meso–makro, dan dimensi waktu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang didukung survei rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kearifan lokal berlangsung melalui penyesuaian cara penerapan nilai-nilai adat tanpa mengubah nilai-nilai inti yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan berkembangnya kewirausahaan sosial yang memperkuat kerja sama masyarakat, pelestarian budaya, dan pengelolaan lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kewirausahaan sosial yang terbentuk juga menunjukkan keterhubungan antara aktor pada tingkat mikro, meso, dan makro, serta keberlanjutan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi kearifan lokal tidak terjadi melalui perubahan nilai adat, melainkan melalui perubahan fungsi dan cara penerapannya dalam merespons perkembangan pariwisata. Transformasi tersebut memperkuat kearifan lokal sebagai modal sosial yang membentuk kewirausahaan sosial berbasis masyarakat adat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan berbasis budaya perlu menempatkan kearifan lokal sebagai dasar dalam pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleTransformasi Kearifan Lokal dan Kewirausahaan Sosial di Kawasan Wisata Kampung Naga Tasikmalayaid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordDesa wisataid
dc.subject.keywordtransformasi kearifan lokalid
dc.subject.keywordkewirausahaan sosialid
dc.subject.keywordKampung Nagaid
dc.subject.keywordpemberdayaan masyarakatid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record