Pengaruh Institutional Quality terhadap Performa Perdagangan Mentega Kakao Indonesia di Wilayah RCEP
Abstract
Perdagangan mentega kakao merupakan salah satu sektor strategis bagi Indonesia dalam mendorong ekspor produk bernilai tambah di pasar internasional, di mana keikutsertaan Indonesia dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) membuka peluang perluasan akses pasar melalui integrasi perdagangan regional. Namun, pemanfaatan peluang tersebut masih dihadapkan pada tantangan berupa perbedaan kondisi ekonomi dan kualitas institusi antarnegara yang memengaruhi dinamika perdagangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa perdagangan mentega kakao Indonesia di wilayah RCEP serta mengkaji pengaruh kualitas institusi terhadap kinerja perdagangan. Data panel periode 2010-2024 dianalisis menggunakan metode gains of trade dan regresi data panel menggunakan kerangka gravity model dengan pendekatan Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa perdagangan mentega kakao Indonesia masih fluktuatif dan belum merata antarnegara tujuan. Secara empiris, PDB Indonesia dan negara tujuan berpengaruh positif signifikan terhadap ekspor, sementara nilai tukar berpengaruh negatif signifikan. Variabel jarak menunjukkan pengaruh positif, sedangkan dari sisi kelembagaan, government effectiveness berpengaruh positif dan voice and accountability berpengaruh negatif. Dengan demikian, performa perdagangan mentega kakao Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga kualitas kelembagaan yang membentuk efektivitas aktivitas perdagangan internasional. Cocoa trade is one of Indonesia’s strategic sectors for promoting value-added exports. Indonesia’s participation in the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) provides opportunities to expand market access through regional trade integration. However, differences in economic conditions and institutional quality among member countries continue to influence trade performance. This study analyzes the performance of Indonesia’s cocoa butter trade within the RCEP region and examines the role of institutional quality in shaping trade outcomes. Using panel data from 2010-2024, the study applies the gains of trade approach and a gravity model estimated with the Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) method. The results indicate that Indonesia’s cocoa butter trade performance remains uneven across destination countries. GDP in both Indonesia and partner countries positively affects exports, while exchange rates have a negative effect. Government effectiveness positively influences trade performance, whereas voice and accountability show a negative effect. These findings highlight the importance of both economic and institutional factors in determining Indonesia’s cocoa butter trade performance.

