| dc.description.abstract | Perkembangan kawasan industri dan permukiman di Kabupaten Bekasi
meningkatkan tekanan terhadap keberadaan ruang terbuka hijau. Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi persepsi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi,
mengestimasi nilai ekonomi, serta merumuskan strategi keberlanjutan Botanical
Garden Jababeka. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner terhadap 100
pengunjung, wawancara informan kunci, dan data sekunder. Persepsi dianalisis
menggunakan skala Likert, kesediaan membayar menggunakan Contingent
Valuation Method dengan estimator nonparametrik Kristrom Median Turnbull,
nilai pemanfaatan komersial menggunakan Market Price Method, nilai ekonomi
fungsi resapan air menggunakan Water Economic Valuation, dan strategi
keberlanjutan menggunakan Interpretive Structural Modeling. Pengunjung
memberikan penilaian sangat baik terhadap fungsi peningkatan kualitas udara dan
iklim mikro dengan skor 3,84, kenyamanan rekreasi dan estetika masing-masing
3,66, tetapi kondisi vegetasi memperoleh skor 2,45 sehingga memerlukan
peningkatan pemeliharaan. Nilai kesediaan membayar sebesar Rp4.338.000.000
per tahun.. Nilai ekonomi resapan air dan pemanfaatan komersial masing-masing
mencapai Rp6.192.812.658 per tahun dan Rp1.633.128.000 per tahun. Hasil
menunjukkan bahwa penetapan kebijakan dan skema pendanaan merupakan
elemen penggerak utama keberlanjutan. Pengelolaan perlu mengintegrasikan
pendanaan, kelembagaan, konservasi, pelayanan, partisipasi masyarakat, serta
monitoring dan evaluasi. | |