Penggemukan dan Analisis Usaha Peternakan Domba di Tunas Muda Farm Desa Tasikmadu Kabupaten Tuban Jawa Timur
Abstract
RIVALDI DAFA ADITYA. Penggemukan dan Analisis Usaha Peternakan Domba di Tunas Muda Farm Desa Tasikmadu Kabupaten Tuban Jawa Timur. Dibimbing oleh FARIZ AM KURNIAWAN.
Usaha penggemukan domba memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan seiring meningkatnya permintaan daging ruminansia kecil di Indonesia. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu perkuliahan, melatih kemampuan pemecahan masalah di lapangan dan menilai kelayakan usaha penggemukan domba di Tunas Muda Farm, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 17 November 2025 hingga 17 Februari 2026 menggunakan metode observasi langsung, wawancara, dan studi pustaka. Parameter yang dievaluasi meliputi sistem produksi, performa pertumbuhan ternak, dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan koloni secara intensif pada bakalan domba ekor tipis menghasilkan rataan PBBH sebesar 100 g/hari dengan total biaya produksi Rp79.870.831. Evaluasi keuangan menghasilkan BEP harga Rp1.267.790/ekor dan BEP unit 60 ekor. Total penerimaan tercatat sebesar Rp84.391.000, pendapatan sebesar Rp48.369 melalui penerapan strategi segmenting, targeting dan positioning. Nilai R/C ratio sebesar 1,06 mengindikasikan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan.
Kata kunci : Analisis usaha, domba, penggemukan, Tuban, Tunas Muda Farm. RIVALDI DAFA ADITYA. Fattening and Analysis of the Sheep Farming Business at
Tunas Muda Farm, Tasikmadu Village Tuban Regency East Java. Supervised by
FARIZ AM KURNIAWAN.
The sheep fattening busines holds promising economic prospects amid rising
demand for small ruminant meat in Indonesia. This final project aims to apply
knowledge gained in lectures, develop problem-solving skills in the field, and assess
the feasibility of a sheep fattening business at Tunas Muda Farm in Tuban Regency,
East Java. The study was conducted from November 17, 2025, to February 17, 2026,
using direct observation, interviews, and a literature review. The parameters evaluated
included the production system, livestock growth performance, and financial feasibility
analysis. The research results showed that an intensive colony-rearing system for thintailed sheep produced an average daily weight gain (PBBH) of 100 g/day with total
production costs of Rp79,870,831. The financial evaluation yielded a break-even price
(BEP) of Rp1,267,790 per head and a break-even unit of 60 heads. Total revenue was
recorded at Rp84,391,000, with net income of Rp48,369 achieved through the
implementation of segmentation, targeting, and positioning strategies. A R/C ratio of
1.06 indicates that this business is viable for further development.

