Show simple item record

dc.contributor.advisorDewi, Helianthi
dc.contributor.authorKusuma, Ahmad Davi
dc.date.accessioned2026-08-08T05:43:06Z
dc.date.available2026-08-08T05:43:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177873
dc.description.abstractMasyarakat memiliki kearifan lokal etnozoologi yang berpotensi dikembangkan untuk menyeimbangkan kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat dengan upaya konservasi yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Komodo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis satwa, etnozoologi masyarakat, kearifan lokal, serta menyusun strategi pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara, kuesioner, serta analisis SWOT. Hasil identifikasi keanekaragaman satwa diperoleh sebanyak 30 spesies, dan 27 jenis di antaranya ditemukan pada kedua desa. Etnozoologi masyarakat di kedua desa terbagi ke dalam 7 kategori pemanfaatan yaitu ekonomi, pangan, legenda dan mitos, ritual adat, hiasan, obat-obatan, serta peliharaan. Kearifan lokal mencakup upacara dan ritual adat, perekonomian masyarakat, konservasi, kesenian, estetika, serta kesehatan. Strategi pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan program interpretasi etnozoologi dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kelembagaan. Program interpretasi etnozoologi yang dirancang dengan tema “Mengenal Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir”, beserta buku panduan interpretasi yang diharapkan dapat mendukung konservasi, budaya, serta ekonomi.
dc.description.abstractThe local community possesses local ethnozoological knowledge that has the potential to be developed to balance the community’s socioeconomic needs with the conservation efforts carried out by the Komodo National Park Office. This study aims to identify animal species, community ethnozoology, and local wisdom, as well as to develop community empowerment strategies. The methods used include observation, interviews, questionnaires, and SWOT analysis. The results of the animal diversity assessment identified a total of 30 species, 27 of which were found in both villages. The ethnozoology of the communities in both villages is divided into seven categories of use: economic, food, legends and myths, traditional rituals, decoration, medicine, and pets. Local wisdom encompasses traditional ceremonies and rituals, the community economy, conservation, the arts, aesthetics, and health. Community empowerment strategies are aimed at strengthening the community’s role in supporting the success of the ethnozoological interpretation program by enhancing knowledge, skills, and institutional capacity. The ethnozoological interpretation program, designed under the theme “Understanding the Local Wisdom of Coastal Communities,” along with an interpretation guidebook, is expected to support conservation, culture, and the economy.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePemberdayaan Masyarakat Melalui Program Interpretasi Etnozoologi di Desa Komodo dan Desa Pasir Panjang, Taman Nasional Komodoid
dc.title.alternativeCommunity Empowerment Through an Ethnozoological Interpretation Program in Komodo Village and Pasir Panjang Village, Komodo National Park
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordCommunity Empowermentid
dc.subject.keywordethnozoologyid
dc.subject.keywordInterpretation Programid
dc.subject.keywordKomodo National Parkid
dc.subject.keywordLocal Wisdomid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record