Hubungan Karakteristik dengan Persepsi Partisipasi Petani dalam Pelatihan GAP (Kasus Kelompok Tani Arca Majeng Sareng)
Date
2026Author
Zakiyah, Maharani Dinda
Pratama, Agief Julio
Budiarto, Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) merupakan salah satu upaya mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan, aman, dan berdaya saing. Keberhasilan penerapan GAP tidak terlepas dari partisipasi petani sebagai pelaku utama dalam kegiatan pelatihan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani, mendeskripsikan persepsi partisipasi petani dalam pelatihan GAP, serta menganalisis hubungan karakteristik petani dengan persepsi partisipasi petani pada Kelompok Tani Arca Majeng Sareng di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Responden penelitian berjumlah 30 orang yang dipilih menggunakan metode sensus (dengan 14 petani di antaranya tercatat sebagai peserta pelatihan), sedangkan informan dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi tingkat partisipasi petani. Motivasi dan persepsi petani memiliki hubungan yang signifikan dan searah dengan persepsi tingkat partisipasi petani. Karakteristik persepsi petani terhadap pelatihan GAP memiliki hubungan yang sangat kuat dibandingkan karakteristik lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi partisipasi petani dalam pelatihan GAP lebih berhubungan dengan karakteristik perilaku (motivasi dan persepsi terhadap pelatihan) dibandingkan karakteristik non-perilaku (usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani) yang dimiliki petani. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program pelatihan dan penyuluhan pertanian yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. The implementation of Good Agricultural Practices (GAP) is an effort to
realize a sustainable, safe, and competitive agricultural system. The success of GAP
implementation relies heavily on the participation of farmers as the main actors in
training activities. This study aims to describe farmer characteristics, describe
farmers' perception of participation in GAP training, and analyze the relationship
between farmer characteristics and farmers' perception of participation in the Arca
Majeng Sareng Farmers Group, Sukawangi Village, Sukamakmur District, Bogor
Regency. This study used both quantitative and qualitative approaches. A total of
30 respondents were selected using a census method (14 of whom were recorded as
training participants), while key informants were selected purposively. Data were
collected through questionnaires, interviews, and documentary studies, then
analyzed descriptively and inferentially using the Rank Spearman correlation test.
The correlation test results showed that age, education level, and farming
experience (non-behavioral characteristics) had no significant relationship with the
perception of farmers' participation level. Conversely, farmers' motivation and
perception regarding GAP training (behavioral characteristics) showed a significant
and positive relationship with the perception of participation level, with farmers'
perception showing the strongest correlation compared to other variabels. The study
findings indicate that farmers' perception of participation in GAP training is more
closely related to behavioral characteristics than non-behavioral characteristics. The
results of this study are expected to serve as evaluation material in designing more
participatory and sustainable agricultural training and extension programs.

