Respon Tanaman Kale pada Berbagai Media Tanam di Smart Farming Kontainer
Date
2026Author
Hidayat, Adinda Maharani
Pratama, Agief Julio
Mardisiwi, Ririh Sekar
Metadata
Show full item recordAbstract
Kale (Brassica oleracea var. acephala) merupakan sayuran daun yang
banyak dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik nutrient film technique
(NFT) karena efisien dalam penggunaan air dan nutrisi. Keberhasilan budidaya
pada sistem NFT dipengaruhi oleh media tanam yang berfungsi sebagai penyangga
akar serta memengaruhi ketersediaan air dan aerasi di daerah perakaran. Penelitian
bertujuan menganalisis respons pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada berbagai
media tanam di Smart farming kontainer serta menentukan media tanam terbaik.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan,
yaitu rockwool, hydroton, dan sphagnum moss, yang masing-masing diulang
sebanyak tiga kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan
dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman kale pada sistem hidroponik NFT. Perlakuan sphagnum moss memberikan
hasil terbaik pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan produksi, sedangkan
rockwool menghasilkan diameter batang dan panjang akar tertinggi, serta hydroton
memberikan hasil pertumbuhan dan produksi terendah. Berdasarkan hasil
penelitian, sphagnum moss direkomendasikan sebagai media tanam yang paling
efektif untuk budidaya kale pada sistem hidroponik NFT di Smart faming kontainer. Kale (Brassica oleracea var. acephala) is a leafy vegetable widely
cultivated using the nutrient film technique (NFT) hydroponic system due to its
efficient use of water and nutrients. One of the factors affecting the success of
cultivation in the NFT system is the growing medium, which functions to support
the plant while influencing water availability and root-zone aeration. Study aimed
to analyze the growth and yield responses of kale to different growing media in a
Smart Farming Container and to determine the most effective growing medium.
The experiment employed a Completely Randomized Design (CRD) with three
treatments, namely rockwool, hydroton, and sphagnum moss, each replicated three
times. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by
Tukey’s test at the 5% significance level. The results showed that the type of
growing medium significantly affected the growth and yield of kale cultivated
under the NFT hydroponic system. Sphagnum moss produced the best performance
in most growth and yield parameters, while rockwool resulted in the highest stem
diameter and root length, and hydroton showed the lowest growth and yield
performance. Based on the findings, sphagnum moss is recommended as the most
effective growing medium for kale cultivation in the NFT hydroponic system within
a Smart farming container.

