Show simple item record

Growth Performance of Striped Snakehead (Channa striata) Juveniles Fed Recombinant Growth Hormone in Culture Media with Different Calcium Concentrations

dc.contributor.advisorAlimuddin
dc.contributor.advisorSudrajat, Agus Oman
dc.contributor.advisorBudiardi, Tatag
dc.contributor.authorSari, Indah Permata
dc.date.accessioned2026-08-08T03:44:37Z
dc.date.available2026-08-08T03:44:37Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177825
dc.description.abstractAkuakultur merupakan sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan sumber protein hewani berkelanjutan. Ikan gabus (Channa striata) adalah komoditas air tawar bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya. Namun, budidaya ikan gabus masih menghadapi kendala berupa laju pertumbuhan relatif lambat, sehingga memperpanjang waktu pemeliharaan, meningkatkan biaya produksi, dan memperbesar risiko budidaya. Salah satu upaya meningkatkan efisiensi produksi adalah penggunaan hormon pertumbuhan rekombinan (recombinant growth hormone, rGH) yang berperan dalam mengatur pertumbuhan, metabolisme, dan efisiensi pemanfaatan nutrien. Pemberian rGH melalui pakan terbukti meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan pada berbagai spesies ikan, tetapi efeknya cenderung lebih dominan pada bobot dibandingkan panjang, sehingga peningkatan bobot relatif lebih besar dibandingkan pertumbuhan panjang. Pertumbuhan panjang dan pembentukan rangka ikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan kalsium yang berperan dalam mineralisasi tulang, osmoregulasi, kontraksi otot, dan fungsi fisiologis lainnya. Dalam budidaya, kalsium dapat diserap dari media pemeliharaan, sehingga kesadahan air menjadi faktor penting. Penambahan kalsium karbonat (CaCO3) dapat meningkatkan kesadahan dan ketersediaan kalsium, serta mendukung pertumbuhan dan ketahanan fisiologis ikan. Meskipun peran rGH dan kalsium telah banyak dilaporkan secara terpisah, kajian terintegrasi keduanya pada benih ikan gabus masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan CaCO3 pada media pemeliharaan yang dikombinasikan dengan pemberian rGH melalui pakan terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2025 dengan masa pemeliharaan ikan uji selama 90 hari. Benih ikan gabus yang digunakan berasal dari Parung, Jawa Barat, dengan panjang awal 5,82±0,06 cm dan bobot awal 3,77±0,10 g. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan enam ulangan, sehingga terdapat dua puluh empat unit percobaan. Perlakuan meliputi kontrol tanpa penambahan hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) pada pakan dan CaCO3 pada media pemeliharaan (R0C0), penambahan rGH 5 mg kg?¹ pakan tanpa suplementasi CaCO3 pada media pemeliharaan (R5C0), penambahan rGH 5 mg kg?¹ pakan dan suplementasi CaCO3 25 mg L?¹ media pemeliharaan (R5C25), serta penambahan rGH 5 mg kg?¹ pakan dan suplementasi CaCO3 50 mg L?¹ media pemeliharaan (R5C50). Pemeliharaan dilakukan menggunakan akuarium berukuran 50 × 60 × 50 cm dengan ketinggian air 15 cm. Setiap akuarium diisi dengan 15 ekor ikan. Ikan dipelihara pada suhu terkontrol dan diberi pakan dengan metode at satiation dengan frekuensi pemberian tiga kali per hari. Hormon pertumbuhan rekombinan diberikan melalui pakan pada minggu pertama sesuai perlakuan, sedangkan minggu berikutnya ikan diberi pakan tanpa hormon. Kualitas air dijaga melalui penggantian air harian sebesar 30% dari total volume dengan konsentrasi kalsium yang disesuaikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup benih ikan gabus mencapai 100% pada seluruh perlakuan. Pemberian rGH menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan bobot serta efisiensi pemanfaatan pakan pada benih ikan gabus. Perlakuan R5C0 sebesar 22,75±1,52 g dan R5C50 sebesar 21,59±0,62 g menghasilkan bobot akhir yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontrol R0C0 sebesar 12,14±0,45 g, dengan peningkatan bobot mencapai 77,8–87,4%. Laju pertumbuhan bobot spesifik tertinggi juga terdapat pada R5C0 (3,11±0,07% hari?¹) dan R5C50 (3,06±0,03% hari?¹) dibandingkan kontrol (2,50±0,04% hari?¹). Rasio konversi pakan menurun signifikan pada seluruh perlakuan rGH, masing-masing sebesar 41,54% (R5C0), 32,35% (R5C25), dan 33,09% (R5C50). Pertumbuhan panjang meningkat seiring dengan peningkatan dosis CaCO3, dengan panjang akhir tertinggi pada R5C50 sebesar 14,88±0,14 cm dan terendah pada kontrol sebesar 12,40±0,20 cm. Kadar kalsium tubuh meningkat hingga sekitar 37% pada R5C50 dibandingkan kontrol, yang diikuti peningkatan bobot tulang dari 0,93 g (R0C0) menjadi 2,52 g (R5C50). Proporsi tulang terendah ditemukan pada perlakuan R5C0 (47,35%). Proporsi tulang yang lebih rendah pada perlakuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan bobot tubuh lebih banyak berkaitan dengan akumulasi jaringan non-tulang. Nilai hepatosomatic index tertinggi diperoleh pada perlakuan R5C0 dan meningkat sekitar 41,4% dibandingkan kontrol. Edible portion dan retensi protein tertinggi juga diperoleh pada R5C0, masing-masing meningkat sekitar 33,2% dibandingkan kontrol dan mencapai nilai retensi protein sebesar 22,54±3,88%. Retensi lemak tertinggi pada perlakuan R5C0 mencapai 112,15±2,93%. Pemberian rGH dan CaCO3 memodulasi ekspresi gen yang berkaitan dengan pertumbuhan dan metabolisme, yang ditunjukkan oleh peningkatan ekspresi IGF-1, Calm2, dan Mn-SOD dibandingkan kontrol. Peningkatan ekspresi gen tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan performa pertumbuhan, kadar kalsium tubuh, dan respons fisiologis ikan. Secara keseluruhan, pemberian rGH melalui pakan dan penambahan CaCO3 pada media pemeliharaan menghasilkan respons pertumbuhan yang saling melengkapi pada benih ikan gabus. rGH berperan lebih dominan dalam meningkatkan pertumbuhan bobot, efisiensi pemanfaatan pakan, dan akumulasi jaringan lunak, sedangkan penambahan CaCO3 mendukung pertumbuhan panjang, peningkatan kadar kalsium tubuh, dan perkembangan struktur tubuh. Kombinasi rGH dan CaCO3, khususnya pada perlakuan R5C50, berpotensi menjadi strategi untuk mengoptimalkan performa pertumbuhan benih ikan gabus melalui peningkatan pertumbuhan somatik yang lebih seimbang.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKinerja Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) yang Diberi Hormon Pertumbuhan Rekombinan pada Media dengan Kadar Kalsium Berbedaid
dc.titleGrowth Performance of Striped Snakehead (Channa striata) Juveniles Fed Recombinant Growth Hormone in Culture Media with Different Calcium Concentrations
dc.title.alternativeGrowth Performance of Striped Snakehead (Channa striata) Juveniles Fed Recombinant Growth Hormone in Culture Media with Different Calcium Concentrations
dc.typeTesis
dc.subject.keywordhormon pertumbuhan rekombinanid
dc.subject.keywordikan gabus (Channa striata)id
dc.subject.keywordkalsium karbonatid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record