| dc.description.abstract | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi siswa, namun implementasinya di sekolah menghadapi tantangan berupa timbulan sisa makanan (food waste) yang memicu inefisiensi anggaran operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi jumlah timbulan dan nilai kerugian ekonomi akibat food waste, menganalisis persepsi dan faktor penentu perilaku siswa menggunakan model Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), serta merumuskan strategi pengurangan food waste secara sistematis dengan metode Interpretive Structural Modeling (ISM). Penelitian dilaksanakan di SIT Ummul Quro Bogor dengan melibatkan sampel siswa SMP dan SMA. Data fisik dikumpulkan melalui metode penimbangan sisa makanan selama sepuluh hari pengamatan, sedangkan data persepsi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur terhadap 100 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total berat food waste pada program MBG SMP sebesar 12.1 ton/tahun dan SMA sebesar 8,9 ton/tahun. Kemudian untuk total akumulasinya menjadi 21 ton/tahun, dengan komponen menu sayur menjadi penyumbang sisa terbesar sebanyak 78%. Secara ekonomi, akumulasi sisa makanan tersebut mengakibatkan inefisiensi alokasi anggaran sebesar Rp684.669.216 per tahun. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa penentu dalam niat siswa menghabiskan makanan berasal dari variabel attitude, subjective norm yang berpengaruh signifkan, dan perceived behavioral conrol tidak berpengaruh signifikan. Melalui pemodelan ISM, ditemukan bahwa strategi peningkatan kualitas cita rasa menu oleh unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertindak sebagai driver kunci pada tingkat hierarki dasar (hulu) yang wajib diprioritaskan oleh pengelola guna memitigasi kebocoran finansial anggaran MBG secara berkelanjutan. | |