Strategi Pengelolaan Ekowisata Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu dengan Pendekatan Ekologi dan Sosial
Abstract
Pantai Pasir Perawan merupakan destinasi wisata utama di Pulau Pari yang
memiliki potensi alam tinggi tetapi peningkatan aktivitas wisata yang tidak disertai
pengelolaan yang tepat dapat menimbulkan tekanan terhadap lingkungan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian potensi ekowisata, daya dukung
kawasan, persepsi wisatawan dan masyarakat lokal, nilai ekonomi wisata serta
merumuskan strategi pengelolaan ekowisata. Metode yang digunakan meliputi
analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), daya dukung kawasan (DDK), analisis
persepsi, analisis permintaan wisata dan surplus konsumen, serta analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan Pantai Pasir Perawan memiliki potensi sumber daya
yang sesuai untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Nilai daya dukung
kawasan sebesar 27 orang per hari menunjukkan perlunya pengelolaan kunjungan.
Persepsi wisatawan berada pada kategori baik dan persepsi masyarakat yang positif
menjadi modal penting dalam pengembangan ekowisata. Surplus konsumen
sebesar Rp10.125 per individu per kunjungan dengan estimasi nilai ekonomi wisata
sebesar Rp1.046.780.135 per tahun. Strategi pengelolaan diarahkan pada
penyusunan konsep ekowisata berbasis kelestarian lingkungan, pengendalian
aktivitas dan pengawasan lingkungan, penguatan tata kelola dan penataan fasilitas,
serta peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat lokal. Pasir Perawan Beach is one of the main tourist destinations on Pari Island and
has high natural potential. However, increasing tourism activities without proper
management may create pressure on the environment. This study aimed to analyze
ecotourism suitability, carrying capacity, tourist and local community perceptions,
economic value, and to formulate ecotourism management strategies. The methods
used included the Tourism Suitability Index, tourism carrying capacity analysis,
perception analysis, tourism demand and consumer surplus analysis, and SWOT
analysis. The results showed that Pasir Perawan Beach has natural resources that
are suitable for ecotourism development. The carrying capacity was 27 visitors per
day, indicating the need for visitor management. Tourist perceptions were
categorized as good, while positive community perceptions were considered an
important asset for ecotourism development. Consumer surplus was estimated at
IDR 10,125 per person per visit, with an annual tourism economic value of IDR
1,046,780,135. The management strategies were directed toward developing an
ecotourism concept based on environmental sustainability, controlling tourism
activities and strengthening environmental monitoring, improving governance and
facility management, and enhancing the capacity and involvement of local
communities.

