| dc.description.abstract | Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) hasil pengangkatan di Laut Jawa Utara Cirebon merupakan sumber daya kelautan strategis yang memiliki nilai ekonomi, edukasi, dan sejarah yang tinggi. BMKT yang berasal dari China abad ke-10 era Dinasti Tang tersebut masih tersimpan di warehouse BMKT selama masa tunggu lelang sehingga potensi manfaat sosialnya belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengestimasi biaya dan manfaat sosial, menganalisis kelayakan finansial dan ekonomi, serta merumuskan strategi kebijakan pengelolaan BMKT eks situ yang memberikan nilai tambah dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan Travel Cost Method (TCM), analisis kelayakan dengan indikator NPV, Net B/C, dan IRR, serta Interpretive Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan BMKT sebagai koleksi pameran selama masa tunggu pelelangan mampu meningkatkan manfaat sosial dan menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan penyimpanan BMKT di warehouse. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa kedua skenario layak untuk dijalankan. Sementara itu, hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa skenario pemanfaatan BMKT sebagai koleksi pameran menghasilkan nilai NPV sebesar Rp588.326.268.005, Net B/C sebesar 3,21, dan IRR sebesar 13,22%, yang lebih tinggi dibandingkan skenario penyimpanan BMKT di warehouse. Hasil ISM merekomendasikan optimalisasi pemanfaatan BMKT melalui penyelenggaraan pameran selama masa tunggu pelelangan yang didukung oleh digitalisasi aset, kerja sama pascalelang, dan pembentukan dana abadi guna mewujudkan pengelolaan BMKT yang berkelanjutan. | |