Pemanfaatan Kombinasi Kerang Hijau (Perna viridis) dan Rumput Laut (Gracilaria sp.) sebagai Bioremediator Air Buangan Budidaya Udang Vaname
Date
2026Author
Pratiwi, Sagita Shinta
Nirmala, Kukuh
Supriyono, Eddy
Hastuti, Yuni Puji
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan pesat budidaya udang vaname meningkatkan pembuangan air buangan yang kaya akan nutrisi ke lingkungan perairan di sekitarnya. Air buangan yang mengandung konsentrasi tinggi nitrogen, fosfor, padatan tersuspensi, dan bahan organik lainnya menyebabkan eutrofikasi, menurunkan kualitas air, serta mengancam stabilitas ekosistem perairan. Oleh karena itu, pengembangan teknologi pengolahan air buangan yang ramah lingkungan dan hemat biaya menjadi prioritas utama dalam akuakultur berkelanjutan. Bioremediasi terintegrasi muncul sebagai pendekatan untuk mengurangi beban polutan dengan menggabungkan organisme dengan fungsi ekologis yang saling melengkapi. Pada penelitian ini, kerang hijau (Perna viridis) berperan sebagai organisme filter feeder yang mampu mengurangi padatan tersuspensi, partikel organik, dan plankton dari kolom air, sementara rumput laut (Gracilaria sp.) dapat mengabsorpsi nutrisi anorganik terlarut terutama nitrogen dan fosfor untuk pertumbuhannya. Peran sinergis antara P. viridis dan Gracilaria sp. diharapkan dapat memperbaiki kualitas air buangan secara lebih efektif dibandingkan sistem bioremediasi spesies tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi antara P. viridis dan Gracilaria sp. terhadap efisiensi penurunan N, P, dan bahan organik pada air buangan budidaya udang vaname.
Penelitian dilakukan selama 28 hari menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan meliputi kontrol tanpa bioremediator (K) serta empat perlakuan kombinasi kerang hijau (P. viridis) dan rumput laut (Gracilaria sp.) dengan kepadatan yang berbeda, yaitu P1 (60 g P. viridis + 50 g Gracilaria sp.), P2 (90 g P. viridis + 100 g Gracilaria sp.), P3 (120 g P. viridis + 150 g Gracilaria sp.), dan P4 (150 g P. viridis + 200 g Gracilaria sp.). Seluruh organisme bioremediator dipelihara dalam air buangan budidaya udang vaname pada umur pemeliharaan days of culture 50. Selama masa penelitian, sistem pemeliharaan dilakukan secara statis tanpa pergantian maupun penambahan air untuk mengevaluasi kemampuan kombinasi P. viridis dan Gracilaria sp. dalam menyerap nutrien serta memperbaiki kualitas air buangan budidaya udang vaname. Sistem aerasi diberikan secara kontinu pada setiap wadah percobaan untuk mengkondisikan kadar oksigen terlarut dan mendukung berlangsungnya proses bioremediasi.
Kualitas air dinilai secara komprehensif melalui parameter fisiko-kimia di antaranya suhu, pH, dissolved oxygen (DO), oxidation-reduction potential (ORP), salinitas, dan alkalinitas, total ammonia nitrogen (TAN), nitrit, nitrat, ortofosfat (PO4³?), biological oxygen demand (BOD), total organic matter (TOM), dan total suspended solids (TSS). Selain itu, parameter mikrobiologi dievaluasi melalui total bacterial count (TBC), total vibrio count (TVC), dan kelimpahan fitoplankton sebagai indikator kinerja bioremediasi. Kandungan total nitrogen dan total fosfor pada jaringan Gracilaria sp. dianalisis untuk mengevaluasi kemampuan rumput laut dalam mengabsorpsi nutrien dari air buangan budidaya udang vaname. Tingkat kelangsungan hidup pada P. viridis dan laju pertumbuhan harian Gracilaria sp. digunakan sebagai indikator keberhasilan sistem bioremediasi karena mencerminkan kemampuan kedua organisme untuk beradaptasi, bertahan hidup, dan memanfaatkan nutrien yang terkandung dalam air buangan budidaya udang vaname.
Sistem bioremediasi kombinasi menggunakan P. viridis dan Gracilaria sp. efektif memperbaiki kualitas air buangan budidaya udang vaname dengan efektivitas yang dipengaruhi oleh kepadatan bioremediator. Perlakuan P1 menghasilkan konsentrasi TAN terendah pada hari ke-28 (0,243 mg L?¹), P2 menunjukkan konsentrasi PO4³? terendah pada hari ke-28 (1,983 mg L?¹) dengan kandungan total N dan total P pada jaringan Gracilaria sp. tertinggi, serta penurunan BOD terbaik hingga 10,33 mg L?¹. Seluruh perlakuan bioremediasi menghasilkan konsentrasi TSS akhir sebesar 29,33–38,33 mg L?¹ yang telah memenuhi baku mutu sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1 Tahun 2025 (<100 mg L?¹). Dinamika nitrit dan nitrat mengindikasikan berlangsungnya proses nitrifikasi, sementara parameter fisika-kimia berada pada kisaran optimum yaitu suhu 25,68–28,04 °C, DO 5,58–6,85 mg L?¹, pH 7,48–8,16, ORP 156–253 mV, salinitas 24–31 ppt, dan alkalinitas 199-258 mg L?¹ yang berada di atas kisaran optimum untuk organisme bioremediator. Secara keseluruhan, kombinasi P. viridis dan Gracilaria sp. pada perlakuan P2 merupakan sistem bioremediasi yang efektif untuk mengolah air buangan budidaya udang vaname dalam periode 28 hari.
Collections
- MF - Fisheries [3313]

