Analisis Livelihood Assets dan Dampak Program Pijar Gemilang CSR PT PLN Nusantara Power UP Rembang
Date
2026Author
IKHMAWATI, RISKA
Bahtiar, Rizal
Raswatie, Fitria Dewi
Metadata
Show full item recordAbstract
PT PLN Nusantara Power UP Rembang melaksanakan Program Pijar
Gemilang di Desa Trenggulunan, Kabupaten Rembang sebagai bentuk tanggung
jawab sosial dan lingkungan. Program ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi
penghidupan masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan sumber
daya dan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
tingkat keberlanjutan livelihood assets dan menganalisis dampak ekonomi, sosial,
dan lingkungan Program Pijar Gemilang terhadap rumah tangga penerima manfaat.
Metode yang digunakan meliputi analisis livelihood assets, analisis pendapatan dan
kontribusi, analisis kesejahteraan rumah tangga menggunakan garis kemiskinan
World Bank, serta estimasi pengurangan emisi GRK melalui IPCC Tier 1 Volume
5 Chapter 3 dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa livelihood
assets rumah tangga penerima manfaat berada pada kategori keberlanjutan sedang.
Pendapatan yang berasal dari Program Pijar Gemilang memberikan kontribusi
dalam kategori sedang terhadap rata-rata total pendapatan rumah tangga. Status
kesejahteraan rumah tangga penerima manfaat langsung menunjukkan bahwa
sebagian rumah tangga yaitu sebanyak 50% termasuk dalam kategori tidak miskin
atau sejahtera berdasarkan garis kemiskinan World Bank, sedangkan sebagian
lainnya masih berada di bawah garis kemiskinan tersebut. Pada aspek lingkungan,
pengelolaan limbah buah naga melalui metode composting mampu mengurangi
emisi gas rumah kaca (GRK). PT PLN Nusantara Power UP Rembang is implementing the Pijar Gemilang
programme in Trenggulunan Village, Rembang Regency, as part of its social and
environmental responsibility. This programme is being carried out as an effort to
address the livelihoods of communities facing limitations in resource utilisation and
environmental management. This study aims to analyse the sustainability level of
livelihood assets and estimate the economic, social, and environmental impacts of
the Pijar Gemilang programme on beneficiary households. The methods used
include an analysis of livelihood assets, an analysis of income and contributions, an
analysis of household welfare using the World Bank poverty line, as well as an
estimation of GHG emission reductions through IPCC Tier 1 Volume 5 Chapter 3
and a literature review. The research results indicate that the livelihood assets of
beneficiary households fall into the moderate sustainability category. Income
derived from the Pijar Gemilang programme contributes moderately to the average
total household income. Regarding the social dimension, the welfare status of
beneficiary households showed that 50% were classified as non-poor based on the
World Bank poverty line, while the remaining households were still below the
poverty threshold. In environmental terms, the management of dragon fruit waste
through composting is able to reduce greenhouse gas (GHG) emissions.

