Pengaruh Aktivitas Snorkeling terhadap Kerusakan Karang di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat
Abstract
Aktivitas wisata snorkeling yang meningkat berpotensi memberikan tekanan terhadap ekosistem terumbu karang melalui kontak fisik wisatawan dengan karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas snorkeling terhadap tingkat kerusakan terumbu karang serta menganalisis perilaku snorkeling yang berpotensi merusak kondisi terumbu karang dan faktor-faktor yang memengaruhi kerusakan karang di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), pengamatan perilaku wisatawan, dan kuesioner. Analisis data menggunakan perangkat lunak CPCe dan Coral Damage Index (CDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dengan aktivitas snorkeling tinggi memiliki tutupan karang hidup sebesar 4% (buruk), sedangkan lokasi dengan aktivitas rendah memiliki tutupan karang hidup sebesar 65% (baik). Nilai CDI pada kedua lokasi termasuk dalam kategori rusak. Perilaku wisatawan seperti menginjak, menyentuh, dan kontak fisik langsung (coral trampling) berpotensi meningkatkan kerusakan terumbu karang. The increasing snorkeling tourism activity has the potential to put pressure on coral reef ecosystems through physical contact between tourists and the corals. This study aims to find out the impact of snorkeling activities on the level of coral reef damage, as well as to analyze snorkeling behaviors that may harm the coral reef conditions and the factors that affect coral damage in Gili Trawangan, West Nusa Tenggara. Data collection was carried out using the Underwater Photo Transect (UPT) method, tourist behavior observations, and questionnaires. Data analysis was conducted using CPCe software and the Coral Damage Index (CDI). The results showed that areas with high snorkeling activity had a live coral cover of 4% (poor), while areas with low activity had a live coral cover of 65% (good). The CDI values at both locations were classified as damaged. Tourist behaviors like stepping on, touching, and direct physical contact (coral trampling) can increase damage to coral reefs.

