Analisis Efisiensi Pemasaran Ubi Kayu (Studi Kasus: Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor)
Abstract
Ubi kayu merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam perekonomian pedesaan, namun sistem pemasarannya masih menghadapi permasalahan berupa fluktuasi harga dan panjangnya rantai distribusi yang berdampak pada rendahnya posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lembaga, fungsi, dan saluran pemasaran ubi kayu serta mengukur tingkat efisiensi pemasaran di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2024 menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara petani dan pelaku pemasaran, serta data sekunder dari instansi terkait. Pemilihan responden petani dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan lembaga pemasaran ditentukan melalui snowball sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan indikator margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa saluran pemasaran ubi kayu dengan tingkat efisiensi yang berbeda. Saluran pemasaran yang lebih pendek memiliki margin pemasaran lebih rendah dan farmer’s share lebih tinggi, sehingga dinilai paling efisien. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan kelembagaan petani dan pengembangan saluran pemasaran yang lebih langsung berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani ubi kayu. Cassava is an important food commodity that contributes significantly to rural economic activities; however, its marketing system is still constrained by price fluctuations and lengthy distribution channels that weaken farmers’ bargaining position. This study aims to analyze the institutions, functions, and marketing channels of cassava and to assess the level of marketing efficiency in Benteng Village, Ciampea District, Bogor Regency. The research was conducted from February to April 2024 using primary data collected through interviews with farmers and marketing agents, as well as secondary data from relevant institutions. Farmers were selected using purposive sampling, while marketing institutions were identified through snowball sampling. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis and quantitative indicators, including marketing margin, farmer’s share, and profit-to-cost ratio. The results indicate that several cassava marketing channels exist with varying efficiency levels. Shorter marketing channels tend to have lower marketing margins and higher farmer’s share, indicating greater efficiency. These findings suggest that strengthening farmer institutions and promoting more direct marketing channels can improve the welfare of cassava farmers.

