| dc.description.abstract | Kacang Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.) merupakan legum underutilized berpotensi dalam mendukung ketahanan pangan. Namun, produktivitasnya terhambat oleh kurang tersedianya benih bermutu dan terbatasnya informasi karakteristik antarlanras. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi variasi rasio petiole dengan internode dan kaitannya dengan tipe pertumbuhan, pertumbuhan vegetatif, komponen hasil, dan mutu benih tiga lanras kacang Bambara (Sukabumi, Sumedang, dan Gresik). Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor (lanras) dengan lima ulangan. Benih ditanam dalam polybag berukuran 40 cm × 40 cm. Penelitian sebelumnya menyatakan tiap lanras kacang Bambara memiliki waktu panen yang berbeda. Lanras Sukabumi, Sumedang, dan Gresik dipanen berturut-turut pada 114 HST, 122 HST, 112 HST. Tanaman tertinggi pada lanras Sukabumi (39,44 cm) yang berbeda nyata dengan lanras Sumedang dan Gresik. Berdasarkan rasio petiole dengan internode, lanras Sukabumi dan Sumedang memiliki tipe semikompak, sedangkan lanras Gresik memiliki tipe kompak. Pertumbuhan bunga lanras Sukabumi dan Sumedang cenderung bersamaan dan lebih cepat daripada lanras Gresik. Lanras Sumedang menghasilkan bobot polong kering dan bobot benih tertinggi. Daya berkecambah ketiga lanras sangat tinggi, 98–100%. Indeks vigor benih tertinggi terdapat pada lanras Gresik dan Sukabumi, sedangkan bobot kering kecambah normal tertinggi pada lanras Sukabumi dan Sumedang. | |