| dc.description.abstract | MUHAMAD FATAH NASHRULLAH. Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan
Kaitannya dengan Produksi Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Kabupaten Indramayu,
Jawa Barat. Dibimbing oleh GATOT YULIANTO dan MOHAMMAD MUKHLIS
KAMAL.
Ekosistem mangrove merupakan habitat berbagai jenis makhluk hidup, baik
ikan maupun non ikan. Ekosistem mangrove di Kabupaten Indramayu dengan luas
1.863 ha berperan penting dalam menjaga kestabilan habitat yang berasosiasi,
pertambahan jumlah penduduk menambah tingkat pemanfaatan dan mengakibatkan
terjadinya kerusakan ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan kondisi luasan mangrove, vegetasi mangrove, jumlah tangkapan
kepiting bakau, tingkat persepsi dan partisipasi masyarakat serta menyusun strategi
pengelolaan ekosistem mangrove berdasarkan jumlah tangkapan kepiting bakau
untuk implementasi kebijakan yang dilihat dari habitat kepiting bakau di Kabupaten
Indramayu.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga November 2025 di
Kabupaten Indramayu. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data
primer dan sekunder. Data primer terdiri dari citra satelit sentinel-2A, data struktur
mangrove, diameter pohon mangrove, data jumlah tangkapan kepiting bakau dari
tahun 2017 sampai 2024. Data perubahan luasan mangrove diambil mengunakan
citra Sentinel-2A dari tahun 2017, 2020, 2022 dan 2025. Data jumlah tangkapan
kepiting diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta data primer pada
penelitian ini diperoleh dari pengisian kuesioner kepada masyarakat dan wawancara
mendalam kepada kelompok responden ahli.
Hasil pengamatan terhadap perubahan luasan mangrove di Kabupaten
Indramayu dari tahun 2017-2025 memliki trend yang meningkat, dalam
pengamatan ditemukan tiga jenis mangrove yaitu mangrove, yaitu Rhizophora
mucronata, Avicennia marina, dan Avicennia alba. Kerapatan jenis mangrove
tertinggi berada di tahun 2025 sebesar 1.323 ind/ha yang berada dalam kategori
sangat tinggi. Indeks nilai penting di lokasi penelitian adalah jenis Rhizophora
mucronata sebesar 172,2 di Kecamatan Losarang, Rhizophora mucronata sebesar
153,9 di Kecamatan Cantigi, Rhizophora mucronata sebesar 135,43 di Kecamatan
pasekan dan Rhizophora mucronata sebesar 124,13 di Kecamatan Indramayu yang
memiliki rata-rata 67-72%. Jumlah tangkapan kepiting bakau menunjukkan rata
rata sebesar 22,23 ton/tahun, hasil korelasi antara perubahan luasan mangrove dan
kepiting bakau adalah R2 = 0,9472, sehingga antara luasan mangrove dan jumlah
tangkapan kepiting bakau memiliki nilai korelasi yang positif.
Masyarakat di Kabupaten Indramayu di daerah pesisir menunjukkan tingkat
persepsi yang baik terhadap manfaat ekosistem mangrove secara umum, manfaat
mangrove sebagai habitat alami kepiting bakau dan terhadap pengelolaan ekosistem
mangrove di pesisir Kabupaten Indramayu. Masyarakat memiliki tingkat partisipasi
yang cukup baik dalam pelaksanaan kegiatan pelestarian mangrove. Pelibatan
masyarakat memiliki nilai bobot terbesar dan menjadi alternatif prioritas strategi
pengelolaan mangrove yang dilihat dari jumlah tangkapan kepiting bakau di
Kabupaten Indramayu.
Kata Kunci: Mangrove, Kepiting bakau, Sentinel-2A, CPUE, Kabupaten
Indramayu | |