Show simple item record

dc.contributor.advisorWiryawan, Budy
dc.contributor.authorGunawan, Elisa Sabrina
dc.date.accessioned2026-08-07T01:36:05Z
dc.date.available2026-08-07T01:36:05Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177524
dc.description.abstractKawasan Konservasi Perairan Belitung merupakan kawasan konservasi terluas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan potensi sumberdaya perikanan yang tinggi. Kondisi perikanan tangkap di perairan Kabupaten Belitung mengalami overfishing dengan tingkat pemanfaatan mencapai 106,54% dari Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB). Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan terhadap sumber daya perikanan sehingga pengawasan terhadap aktivitas kapal perikanan perlu ditingkatkan, terutama pada Kawasan Konservasi Perairan Belitung. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran kapal perikanan berdasarkan fase bulan, membandingkan jumlah dan distribusi kapal pada fase bulan gelap dan terang, serta merumuskan rekomendasi pengawasan. Data yang digunakan berupa citra satelit VIIRS Boat Detection (VBD) dan Automatic Identification System (AIS) periode 2021-2025, yang diolah secara spasial-temporal dan deskriptif menggunakan analisis rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas kapal perikanan lebih tinggi pada fase bulan gelap di musim timur. Terdeteksi 4 titik kapal di zona inti. Rasio rata-rata fase bulan gelap terhadap terang mencapai 4,63 pada musim timur dan 2,00 pada musim barat. Rekomendasi meliputi patroli adaptif berbasis fase bulan, penguatan pegawasan seluruh zona terutama pada kawasan utara dan selatan, serta penguatan penegakan hukum dengan memanfaatkan data satelit sebagai alat bukti digital.
dc.description.abstractThe Belitung Marine Protected Area (MPA) is the largest marine protected area in Bangka Belitung Islands Province and possesses substantial fisheries resources. However, capture fisheries in Belitung Regency have experienced overfishing, with an exploitation rate reaching 106,54% of the Total Allowable Catch (TAC). These conditions indicate increasing pressure on fishery resources and highlight the need to strengthen monitoring of fishing vessel activities, particularly within the Belitung MPA. This study aimed to map the spatial distribution of fishing vessels based on lunar phases, compare vessel abundance and distribution between dark and bright lunar phases, and formulate monitoring recommendations. The study used VIIRS Boat Detection (VBD) satellite imagery and Automatic Identification System (AIS) data from 2021–2025. Data were analyzed using spatial-temporal, descriptive, and ratio analyses. The results showed that fishing vessel activity was higher during the dark lunar phase in the east monsoon. Four vessel detections were identified within the core zone. The average dark-to-bright phase ratio reached 4,63 in the east monsoon and 2,00 in the west monsoon. Recommendations include adaptive lunar phase-based patrols, strengthened monitoring across all zones, particularly northern and southern areas, and enhanced law enforcement using satellite data as digital evidence.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcFishing Managementid
dc.titleDistribusi Spasial-Temporal Kapal Perikanan dan Potensi Pelanggaran Zonasi di Kawasan Konservasi Perairan Belitungid
dc.title.alternativeSpatial-Temporal Distribution of Fishing Vessels and Potential Zoning Violations in the Belitung Marine Protected Area
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordAutomatic Identification Systemid
dc.subject.keywordfase bulanid
dc.subject.keywordkawasan konservasiid
dc.subject.keywordPengawasanid
dc.subject.keywordVIIRS Boat Detectionid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record