Show simple item record

dc.contributor.advisorWahjuni, Sri
dc.contributor.advisorAdrianto, Hari Agung
dc.contributor.authorFiadnin, Halida
dc.date.accessioned2026-08-06T07:49:02Z
dc.date.available2026-08-06T07:49:02Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177444
dc.description.abstractPembangunan pedesaan memerlukan pemahaman karakteristik pertanian sebagai penghidupan utama masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola kesamaan karakteristik pertanian desa di Kabupaten Lembata melalui clustering dan pemetaan spasial. Data survei dari 881 rumah tangga di 29 desa diolah menjadi delapan indikator tingkat desa. Melalui feature selection, terpilih tiga variabel paling berkontribusi, yaitu persentase pengairan irigasi, pembelian pupuk, dan pola tanam lebih dari sekali dalam setahun. Proses clustering menggunakan algoritma K-Means, Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC), dan DBSCAN menghasilkan pengelompokan yang konsisten dengan hasil Silhouette score sebesar 0,8113. Hasilnya, 19 desa pada cluster besar (karakteristik serba rendah), 5 desa cluster sedang (pembelian pupuk tinggi, pola tanam rendah), 3 desa cluster kecil (irigasi dan pola tanam lebih baik), serta 2 desa sebagai outlier (Desa Bour dan Merdeka). Visualisasi QGIS menunjukkan kemiripan karakteristik pertanian desa tidak dipengaruhi kedekatan geografis. Ketersediaan irigasi menjadi kunci utama yang mendukung optimalisasi pola tanam di Kabupaten Lembata.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePendekatan Clustering untuk Analisis Karakteristik Pertanian Desa di Kabupaten Lembataid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordclusteringid
dc.subject.keywordlembataid
dc.subject.keywordpemetaan spasialid
dc.subject.keywordpertanian desaid
dc.subject.keywordspatial mappingid
dc.subject.keywordvillage agriculturalid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record