Strategi Optimalisasi Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Putri, Kania Diandra Permata
Solihin, Iin
Solihin, Akhmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Karimunjawa memiliki posisi strategis di Provinsi Jawa Tengah dengan ketersediaan produksi hasil tangkapan mencapai 1.963,27 ton selama tiga tahun terakhir (2023-2025). Namun, kondisi eksisting PPP Karimunjawa masih kurang memadai dalam melaksanakan fungsi kepelabuhanan. Tingginya nilai produksi hasil tangkapan di kawasan Karimunjawa perlu didukung dengan fasilitas serta operasional yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentfikasi kondisi eksisting PPP Karimunjawa, mengidentifikasi permasalahan operasional PPP Karimunjawa serta menentukan strategi optimalisasi operasional PPP Karimunjawa. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, diagram fishbone dan SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats). Penelitian ini menunjukkan ketersediaan fasilitas sebesar 58,62% sehingga dapat dikatakan kurang lengkap dengan kondisi fasilitas dan kondisi pemanfaatan sebesar 69,84% dan 15,08%, sehingga dapat dikategorikan memiliki kondisi yang cukup baik dan pemanfaatan yang buruk. Permasalahan operasional yang terjadi di PPP Karimunjawa bersumber dari berbagai faktor, yaitu sumberdaya manusia, metode, sarana dan prasarana, lingkungan dan modal ekonomi dengan hasil strategi yangdidapatkan ialah strategi turn around atau strategi weaknesses-opportunities. Karimunjawa Coastal Fishing Port (PPP Karimunjawa) holds a strategic position in Central Jawa Province, with total fish production reaching 1,963.27 ton over the last three years (2023-2025). However, the exisiting condition of PPP Karimunjawa remain inadequate in carrying out port fuctions. This study aimed toidentify the existing condition, identify operational problems and determine optimization strategies of PPP Karimunjawa. Data were analyzed using descriptive analysis, fishbone diagram analysis and SWOT analysis. The result showed that facility availability reached 58.62%, indicating that facilities were still incomplete, while the condition of facilities and the level of facility utilization were 69.84% and 15.08%, repectively, which were categorized as fairly good facility conditions but poor utilization levels. Operational problems at PPP Karimunjawa originate form various factors, namely human resources, methods, facilities and infrastructures, mother nature, and economic capital with the
resulting recommended strategy being a turnaround strategy or Weaknesses-Opportunities strategy.

