| dc.description.abstract | Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan tanaman rempah khas Sumatera Utara yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif. Perbanyakan tanaman andaliman secara konvensional masih mengalami kendala, seperti daya kecambah biji yang rendah dan pertumbuhan tanaman yang lambat. Kultur jaringan melalui induksi kalus dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung perbanyakan tanaman andaliman. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kombinasi auksin (picloram dan 2,4-D) dengan TDZ dalam menginduksi kalus tanaman andaliman. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Gedung Biomaterial BRIN Cibinong, Bogor, pada November 2025 hingga Januari 2026 menggunakan rancangan faktorial RKLT dua faktor, yaitu auksin dan TDZ. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul kalus, persentase pembentukan kalus, diameter, tekstur, dan warna kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auksin dan sitokinin berpengaruh nyata terhadap waktu muncul kalus, sedangkan interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap persentase pembentukan kalus. Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap diameter kalus. Perlakuan 2,4-D 1,0 mg L-1 menghasilkan waktu muncul kalus tercepat, sedangkan kombinasi picloram 1,5 mg L-1 dan TDZ 0,5 mg L-1 menghasilkan persentase pembentukan kalus tertinggi sebesar 90%. Kalus yang terbentuk adalah kalus kompak yang tidak bersifat organogenik maupun embrogenik dengan warna greyed-yellow hingga greyed-brown. | |