| dc.description.abstract | Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, mendukung produktivitas perikanan, dan melindungi wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kesehatan terumbu karang serta menyusun rekomendasi zonasi pengelolaan pada kawasan konservasi di Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku. Pengambilan data dilakukan pada September–Desember 2024 di enam stasiun menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) untuk menilai komunitas bentik dan Underwater Visual Census (UVC) untuk mengestimasi biomassa ikan karang. Penilaian kesehatan dilakukan berdasarkan tutupan karang hidup, potensi pemulihan, biomassa ikan karang, dan Coral Health Index (CHI). Hasil penelitian menunjukkan tutupan karang hidup berkisar 8,78–53,12%, biomassa ikan karang 83,57–1.880,88 kg/ha, dan nilai CHI 3–8. ST01 memiliki kondisi terbaik dengan nilai CHI 8, sedangkan ST04 dan ST06 memperoleh nilai CHI terendah (3) akibat rendahnya tutupan karang hidup dan biomassa ikan karang. Berdasarkan kondisi ekologinya, ST01 direkomendasikan sebagai zona inti, ST02, ST03, dan ST05 sebagai zona perikanan berkelanjutan, serta ST04 dan ST06 sebagai zona rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan konservasi Buru Selatan masih memiliki potensi ekologis yang baik, namun memerlukan pengelolaan berbasis kondisi ekosistem pada setiap lokasi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perairan. | |