Tesis a.n David Perlindungan Gea (C1501241019)
Date
2026Author
Gea, David Perlindungan
Supriyono, Eddy
Nirmala, Kukuh
Darsiani
Metadata
Show full item recordAbstract
Permintaan lobster air tawar yang tinggi menyebabkan adanya peningkatan
produksi lobster hampir di seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia. Budidaya
lobster air tawar merupakan salah satu komoditas akuakultur yang bernilai
ekonomis penting dan memiliki potensi pasar yang luas. Namun, kendala utama
dalam budidaya intensif komoditas ini adalah tingginya tingkat mortalitas yang
disebabkan oleh kegagalan proses molting serta tingginya tingkat kanibalisme,
terutama pada fase pasca-molting ketika cangkang baru masih lunak. Proses
molting dan pengerasan eksoskeleton (kalsifikasi) sangat bergantung pada
ketersediaan hara dan konsentrasi mineral makro esensial yang larut di dalam media
air, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kalium (K).
Salah satu aspek utama dalam budidaya lobster adalah keseimbangan ion
dalam air, yang berperan dalam proses osmoregulasi dan metabolisme lobster.
Ketidakseimbangan konsentrasi ion dalam tubuh dengan lingkungan dapat memicu
stres osmotik, pertumbuhan menjadi terganggu, bahkan dapat menyebabkan
kematian Kondisi ion yang seimbang dibutuhkan dalam masa molting dan
selanjutnya dapat membantu pembentukan eksoskeleton. Defisiensi mineral
mineral tersebut tidak hanya mengganggu pembentukan cangkang baru, tetapi juga
memicu stres osmotik akibat terganggunya regulasi ionik dan fungsi osmoregulasi
biota. Manipulasi lingkungan melalui suplementasi mineral makro eksternal
menggunakan kombinasi dolomit (CaMg(CO3)2) dan kalium klorida (KCl)
merupakan salah satu solusi strategis untuk menjaga keseimbangan ionik media dan
mendukung status fisiologis lobster air tawar.
Pemberian kombinasi mineral kalsium magnesium karbonat (CaMg(CO3)2)
dan kalium klorida (KCl) berfungsi sebagai penyedia mineral makro esensial yang
mengoptimalkan kualitas air dalam proses molting dan menjaga keseimbangan ion
didalam tubuh lobster serta mendukung keseimbangan osmoregulasi.
(CaMg(CO3)2) membantu meningkatkan kualitas air, pada alkalinitas dan
kesadahan serta menjaga stabilitas pH, sekaligus menyediakan unsur kalsium dan
magnesium yang diperlukan untuk pembentukan eksoskeleton selama proses
molting. Di sisi lain KCl berfungsi mengatur tekanan osmotik sel serta aktivitas
enzimatis yang mendukung sistem imun dan metabolisme energi. Sinergi antara
kedua mineral ini dalam dosis yang tepat menciptakan lingkungan media yang kaya
akan ion, sehingga memudahkan organisme menyerap nutrisi mineral secara
langsung dari air. Hal ini secara efektif mampu menurunkan tingkat stres akibat
fluktuasi lingkungan, mempercepat pemulihan pasca-ganti kulit, dan meningkatkan
mortalitas yang tinggi.
Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi efektivitas
kombinasi dosis mineral kalsium magnesium karbonat (dolomit) dan kalium klorida
(KCl) terhadap kualitas air, respons fisiologi, serta kinerja pertumbuhan LAT.
Penelitian dilaksanakan pada rentang bulan Mei sampai Juli 2025. LAT berukuran
Juvenil yaitu rata-rata panjang 3,48±0,06 cm dan bobot 1,14±0,08 g, pemeliharaan
laboratorium lingkungan akuakultur, IPB University. Analisis kualitas air
dilakukan di Laboratorium Lingkungan Akuakultur, Departemen Budidaya
Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor,
pengamatan respon imun di Laboratorium Kesehatan Organisme Akuatik,
pengujian kalsium cangkang di laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan Ikan IPB
University. Analisis Fisika Kimia pada air di Laboratorium ilmu tanah IPB
University. Analisis Fisika Kimia pada tubuh lobster di Laboratorium terpadu dan
riset unggulan IPB Baranasiang IPB University.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5
perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari Kontrol (tanpa mineral), K+
(CaMg(CO3)2) 40 ppm, serta perlakuan kombinasi (CaMg(CO3)2) 40 ppm dengan
dosis KCl yang berbeda: 25 mg/L-1, 50 mg/L-1, dan 75 mg/L-1. Parameter yang diuji
meliputi kualitas air (fisika-kimia), kandungan Ca, Mg dan KCl di air dan di tubuh
lobster, respons imun (THC), kadar glukosa darah, aktivitas enzim antioksidan
(SOD), dan daya hantar listrik (DHL) serta kinerja pertumbuhan (laju pertumbuhan
spesifik, laju pertumbuhan panjang harian, rasio konversi pakan, tingkat
kelangsungan hidup, dan frekuensi molting).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi mineral
(CaMg(CO3)2) dan (KCl) berpengaruh nyata terhadap kualitas air, respon fisiologi,
dan kinerja pertumbuhan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penambahan
mineral tersebut secara efektif meningkatkan nilai pH dan alkalinitas media, serta
konsentrasi mineral kalsium, magnesium, dan kalium dalam tubuh lobster yang
krusial untuk proses kalsifikasi kulit. Hasil terbaik ditemukan pada perlakuan dosis
40 ppm (CaMg(CO3)2) dan 50 mg/L-1 KCl, yang menghasilkan tingkat kelangsungan
hidup (SR) maksimal sebesar 100%, laju pertumbuhan spesifik (LPS) tertinggi
mencapai 9,55%, serta frekuensi molting yang paling banyak. Dari sisi fisiologi,
dosis ini mampu menjaga stabilitas kadar glukosa darah dan meningkatkan sistem
imun (THC), sementara dosis yang lebih tinggi (75 mg/L-1) justru memicu stres
oksidatif yang ditandai dengan penurunan aktivitas enzim SOD dan tingginya
angka mortalitas.
Penambahan mineral (CaMg(CO3)2) 40 ppm dan KCL 50 mg L-1 ke dalam
media pemeliharaan mempengaruhi parameter kualitas air hingga berdampak pada
respon fisiologis dan kinerja pertumbuhan lobster air tawar (Cherax
quadricarinatus).Dengan demikian, pengelolaan mineral dengan dosis optimal
sangat penting dilakukan untuk mendukung sistem osmoregulasi dan keberhasilan
molting guna meningkatkan produktivitas budidaya lobster air tawar secara
signifikan.
Collections
- MF - Fisheries [3308]

