Show simple item record

dc.contributor.advisorBahruni
dc.contributor.authorIbrahim, Josan Malik
dc.date.accessioned2026-08-06T07:04:35Z
dc.date.available2026-08-06T07:04:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177405
dc.description.abstractEkosistem mangrove memberikan jasa ekologis dan ekonomi penting bagi masyarakat pesisir, namun manfaatnya belum terukur secara memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat serta mengestimasi Nilai Ekonomi Total (NET) ekosistem mangrove Ketapang Urban Aquaculture. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer dari kuesioner dan data sekunder dari instansi terkait. NET dihitung menggunakan harga pasar untuk nilai guna langsung, biaya pengganti untuk nilai guna tidak langsung, serta metode valuasi kontingensi untuk nilai pilihan dan nilai keberadaan. Hasil menunjukkan mangrove dimanfaatkan secara langsung melalui perikanan tangkap dan secara tidak langsung melalui perlindungan abrasi pantai serta pengendalian intrusi air laut. NET diperkirakan mencapai Rp38.967.891.820 per tahun, terdiri atas nilai guna langsung Rp36.619.671.200 (93,97%), nilai guna tidak langsung Rp2.195.438.120 (5,63%), nilai pilihan Rp93.236.500 (0,24%), dan nilai keberadaan Rp59.546.000 (0,15%). Dominasi nilai guna langsung menegaskan peran utama perikanan tangkap, sedangkan nilai tidak langsung dan non-guna menunjukkan pentingnya konservasi mangrove bagi ekologi dan kesejahteraan pesisir jangka panjang.
dc.description.abstractMangrove ecosystems provide vital ecological and economic services to coastal communities, yet their benefits remain poorly quantified. This study aims to identify how local communities utilize natural resources and to estimate the Total Economic Value (TEV) of the Ketapang Urban Aquaculture mangrove ecosystem. The study used a quantitative descriptive approach, with primary data obtained from questionnaires and secondary data from relevant institutions. TEV was calculated using market price for direct use value, replacement cost for indirect use value, and contingent valuation for option and existence values. Results showed mangroves are utilized directly through capture fisheries and indirectly through coastal abrasion protection and seawater intrusion control. The estimated TEV reached Rp38,967,891,820 per year, comprising direct use value of Rp36,619,671,200 (93.97%), indirect use value of Rp2,195,438,120 (5.63%), option value of Rp93,236,500 (0.24%), and existence value of Rp59,546,000 (0.15%). The dominance of direct use value confirms the primary role of capture fisheries, while indirect and non-use values highlight the importance of mangrove conservation for long-term ecological function and coastal welfare.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleValuasi Ekonomi Jasa Ekosistem Mangrove Ketapang Urban Aquaculture Desa Ketapang, Kabupaten Tangerangid
dc.title.alternativeEconomic Valuation of Mangrove Ecosystem Services at Ketapang Urban Aquaculture Ketapang Village, Tangerang Regency
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordjasa ekosistemid
dc.subject.keywordmangroveid
dc.subject.keywordnilai ekonomi totalid
dc.subject.keywordPerikanan tangkapid
dc.subject.keywordValuasi ekonomiid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record