Valuasi Ekonomi Jasa Ekosistem Mangrove Ketapang Urban Aquaculture Desa Ketapang, Kabupaten Tangerang
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Ibrahim, Josan Malik
Bahruni
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekosistem mangrove memberikan jasa ekologis dan ekonomi penting bagi
masyarakat pesisir, namun manfaatnya belum terukur secara memadai. Penelitian
ini bertujuan mengidentifikasi bentuk pemanfaatan sumber daya alam oleh
masyarakat serta mengestimasi Nilai Ekonomi Total (NET) ekosistem mangrove
Ketapang Urban Aquaculture. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif
kuantitatif dengan data primer dari kuesioner dan data sekunder dari instansi terkait.
NET dihitung menggunakan harga pasar untuk nilai guna langsung, biaya pengganti
untuk nilai guna tidak langsung, serta metode valuasi kontingensi untuk nilai
pilihan dan nilai keberadaan. Hasil menunjukkan mangrove dimanfaatkan secara
langsung melalui perikanan tangkap dan secara tidak langsung melalui
perlindungan abrasi pantai serta pengendalian intrusi air laut. NET diperkirakan
mencapai Rp38.967.891.820 per tahun, terdiri atas nilai guna langsung
Rp36.619.671.200 (93,97%), nilai guna tidak langsung Rp2.195.438.120 (5,63%),
nilai pilihan Rp93.236.500 (0,24%), dan nilai keberadaan Rp59.546.000 (0,15%).
Dominasi nilai guna langsung menegaskan peran utama perikanan tangkap,
sedangkan nilai tidak langsung dan non-guna menunjukkan pentingnya konservasi
mangrove bagi ekologi dan kesejahteraan pesisir jangka panjang. Mangrove ecosystems provide vital ecological and economic services to
coastal communities, yet their benefits remain poorly quantified. This study aims
to identify how local communities utilize natural resources and to estimate the Total
Economic Value (TEV) of the Ketapang Urban Aquaculture mangrove ecosystem.
The study used a quantitative descriptive approach, with primary data obtained
from questionnaires and secondary data from relevant institutions. TEV was
calculated using market price for direct use value, replacement cost for indirect use
value, and contingent valuation for option and existence values. Results showed
mangroves are utilized directly through capture fisheries and indirectly through
coastal abrasion protection and seawater intrusion control. The estimated TEV
reached Rp38,967,891,820 per year, comprising direct use value of
Rp36,619,671,200 (93.97%), indirect use value of Rp2,195,438,120 (5.63%),
option value of Rp93,236,500 (0.24%), and existence value of Rp59,546,000
(0.15%). The dominance of direct use value confirms the primary role of capture
fisheries, while indirect and non-use values highlight the importance of mangrove
conservation for long-term ecological function and coastal welfare.
Collections
- UF - Forest Management [3293]

