Show simple item record

dc.contributor.advisorSubhan, Beginer
dc.contributor.advisorRachmawati, Rita
dc.contributor.advisorIsmet, Meutia Samira
dc.contributor.authorMERDEKA, PIJAR HATINURANI
dc.date.accessioned2026-08-06T06:51:35Z
dc.date.available2026-08-06T06:51:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177400
dc.description.abstractEkosistem terumbu karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, mengalami tekanan yang cukup signifikan akibat aktivitas wisata dan perikanan, dengan tutupan karang hidup yang berkisar pada kategori sedang hingga rusak. Mikrofragmentasi merupakan teknik restorasi karang aseksual yang memungkinkan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan fragmentasi konvensional dengan cara menempatkan potongan karang berukuran kecil (~1–3 cm) secara berdekatan pada substrat buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan vertikal, menganalisis tingkat kelangsungan hidup, menganalisis pertumbuhan cabang, serta menilai efektivitas metode transplantasi mikrofragmen karang berdasarkan perbedaan susunan kerangka nursery (rak horizontal dan vertikal) dan bagian fragmen (pucuk dan non pucuk) di Pulau Pramuka pada periode Agustus–Desember 2024, karang yang dipakai adalah merupakan jenis Acropora millepora. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan empat kombinasi perlakuan: rak horizontal–pucuk, rak horizontal–non pucuk, rak vertikal–pucuk, dan rak vertikal–non pucuk, dengan total 747 sampel yang dihitung. Data pertumbuhan tinggi dan kemunculan cabang dikumpulkan setiap 30 hari selama lima bulan (M1–M5). Analisis statistik meliputi uji Two-Way ANOVA dan Tukey HSD untuk pertumbuhan tinggi dan cabang, serta Response Ratio untuk mengukur efek perlakuan. Terdapat divergensi pada rak vertikal yang sangat mencolok antara kedua bagian fragmen menjelang akhir periode pengamatan. Fragmen pucuk vertikal yang sebelumnya mencatat laju stabil di M2–M4 (0,036 ± 0,062 – 0,054 ± 0,066 cm/bulan) mengalami penurunan tajam di M5 menjadi hanya 0,0067 ± 0,085 cm/bulan. Survival rate rak vertikal lebih stabil pada M1–M4, namun mengalami penurunan tajam di M5, sedangkan rak horizontal mengalami penurunan lebih awal sejak M3. Penyebab kematian utama pada kedua rak adalah hilangnya fragmen secara fisik dari substrat (missing fragment), bukan faktor biologis. Laju kemunculan cabang paling tinggi terjadi pada kombinasi rak vertikal–non pucuk (F = 74,38; p < 0,001), yang dijelaskan melalui mekanisme Apical Dominance. Parameter lingkungan terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel pertumbuhan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleMIKROFRAGMENTASI KARANG Acropora Sp BERDASARKAN PERBEDAAN SUSUNAN RAK PENYANGGA DAN BAGIAN MIKROFRAGMEN DI PULAU PRAMUKAid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkelangsungan hidupid
dc.subject.keywordapical dominanceid
dc.subject.keywordpertumbuhan karangid
dc.subject.keywordrestorasi terumbu karangid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record