Manajemen dan Mitigasi Risiko Unit Pembibitan pada PT Kapol Antar Nusa
Abstract
PT Kapol Antar Nusa merupakan perusahaan budidaya sayuran organik yang menghadapi berbagai risiko pada proses pembibitan sehingga diperlukan upaya
mitigasi untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kejadian risiko, agen penyebab risiko, serta merumuskan tindakan mitigasi pada proses pembibitan sayuran organik di PT Kapol Antar Nusa. Metode yang digunakan adalah House of Risk (HOR) yang terdiri atas HOR Fase 1 untuk menentukan prioritas penyebab risiko dan HOR Fase 2 untuk merumuskan tindakan mitigasi prioritas. Hasil HOR Fase 1 menunjukkan terdapat 14 kejadian risiko yang disebabkan oleh 20 penyebab risiko. Berdasarkan analisis Aggregate Risk Potential (ARP) dan prinsip Pareto diperoleh 10 penyebab risiko prioritas yang secara kumulatif berkontribusi sebesar 78,56% terhadap total nilai ARP. Risiko-risiko tersebut diperkirakan berpotensi menyebabkan kehilangan penerimaan sebesar Rp17.328.000 selama periode pengamatan. Selanjutnya, HOR Fase 2 menghasilkan 8 tindakan mitigasi prioritas yang direkomendasikan untuk diterapkan perusahaan guna meningkatkan keberhasilan pembibitan dan mengurangi potensi kehilangan penerimaan. PT Kapol Antar Nusa is an organic vegetable cultivation company that faces various risks during the seedling production process, making risk mitigation
necessary to minimize Potential impacts. This study aimed to identify risk events, risk agents, and formulate appropriate mitigation strategies in the organic vegetable seedling production process at PT Kapol Antar Nusa. The study employed the House of Risk (HOR) method, consisting of HOR Phase 1 to determine priority risk agents and HOR Phase 2 to formulate priority mitigation actions. The results of HOR Phase 1 identified 14 risk events caused by 20 risk agents. Based on the Aggregate Risk Potential (ARP) analysis and the Pareto principle, 10 priority risk agents were identified, contributing cumulatively to 78.56% of the total ARP value. These risks were estimated to result in a Potential revenue loss of IDR 17,328,000 during the observation period. Furthermore, HOR Phase 2 produced eight priority mitigation actions recommended for implementation to improve the success rate of seedling production and reduce Potential revenue losses.

