Show simple item record

dc.contributor.advisorRosiana, Nia
dc.contributor.advisorMaryono
dc.contributor.authorRamadhan, Zidan Faizal
dc.date.accessioned2026-08-06T03:08:17Z
dc.date.available2026-08-06T03:08:17Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177362
dc.description.abstractKayu manis merupakan salah satu komoditas rempah unggulan Indonesia yang memiliki peran penting dalam perdagangan internasional dan potensi besar untuk pengembangan pasar ekspor alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis struktur pasar dan elastisitas harga kayu manis Indonesia di negara negara anggota BRICS, serta (2) merumuskan strategi diversifikasi ekspor kayu manis Indonesia ke pasar negara-negara anggota BRICS berdasarkan hasil analisis struktur pasar dan elastisitas harga. Kajian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan ekspor rempah Indonesia terhadap pasar tradisional, khususnya Amerika Serikat, sehingga diperlukan identifikasi potensi pasar alternatif yang lebih berkelanjutan. Penelitian menggunakan data sekunder deret waktu tahunan periode 2012 2024 yang diperoleh dari International Trade Centre (ITC), UN Comtrade, FAOSTAT, Badan Pusat Statistik, serta sumber pendukung lainnya. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Concentration Ratio Four-Firm (CR4), Herfindahl-Hirschman Index (HHI), Almost Ideal Demand System (AIDS), dan Ansoff Growth Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasar negara BRICS memiliki struktur pasar yang sangat terkonsentrasi, terutama China, Brazil, Iran, Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, sedangkan Afrika Selatan menunjukkan tingkat konsentrasi sedang. Hasil estimasi AIDS menunjukkan bahwa respons permintaan berbeda pada setiap negara tujuan. Pasar China, Brazil, Afrika Selatan, dan Arab Saudi cenderung sensitif terhadap harga, sedangkan Mesir relatif tidak sensitif. Hasil analisis Ansoff Growth Matrix menunjukkan bahwa strategi diversifikasi pasar menjadi pendekatan yang paling relevan untuk pengembangan ekspor kayu manis Indonesia di negara-negara BRICS. Dinamika geopolitik global, khususnya meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan perdagangan di Selat Hormuz, berpotensi meningkatkan biaya logistik, mengganggu rantai pasok, serta memengaruhi sensitivitas pasar terhadap harga. Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan ekspor pada pasar yang relatif lebih stabil dan memiliki risiko geopolitik lebih rendah. Berdasarkan hasil analisis, China dan Afrika Selatan menjadi pasar yang paling potensial untuk pengembangan ekspor kayu manis Indonesia karena memiliki prospek permintaan yang besar, peluang pengembangan pasar jangka panjang, serta tingkat risiko perdagangan yang relatif lebih rendah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi ekspor kayu manis Indonesia perlu diarahkan pada diversifikasi pasar, penguatan daya saing harga, peningkatan kualitas, dan keberlanjutan pasokan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleANALISIS PASAR DAN ELASTISITAS HARGA EKSPOR KAYU MANIS INDONESIA KE NEGARA ANGGOTA BRICSid
dc.title.alternativeMarket Analysis and Price Elasticity of Indonesian Cinnamon Exports to BRICS Member Countries
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBRICSid
dc.subject.keyworddiversifikasi eksporid
dc.subject.keywordelastisitas hargaid
dc.subject.keywordkayu manisid
dc.subject.keywordstruktur pasarid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record