Pengaruh Skarifikasi dan Sterilisasi terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Okra (Abelmoschus esculentus)
Abstract
Okra merupakan tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun
budidayanya terkendala oleh dormansi fisik akibat kulit benih yang keras.
Skarifikasi merupakan metode pematahan dormansi yang dilakukan untuk
mempercepat dan menyerempakan perkecambahan benih keras. Sterilisasi dapat
dilakukan untuk menurunkan kontaminasi patogen yang ada pada benih. Penelitian
ini bertujuan menganalisis pengaruh perlakuan skarifikasi dan sterilisasi terhadap
viabilitas, vigor, dan kesehatan benih okra. Percobaan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap split plot. Faktor skarifikasi (tanpa amplas dan pengamplasan)
sebagai petak utama dan tujuh taraf sterilisasi (kontrol, jemur, NaClO, alkohol 70%,
fungisida berbahan aktif Mankozeb, air panas 54±2 °C, dan pemanasan oven 60 °C)
sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan skarifikasi
dengan pengamplasan hanya meningkatkan nilai potensi tumbuh maksimum, tidak
meningkatkan daya berkecambah maupun vigor benih okra lanras Jember secara
signifikan. Perlakuan sterilisasi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter
mutu benih. Sterilisasi menggunakan fungisida merupakan metode terbaik dalam
menekan kontaminasi cendawan Fusarium sp. tanpa menurunkan mutu fisiologis
benih. Interaksi kedua perlakuan hanya menjaga nilai vigor benih okra lanras
Jember, belum meningkatkannya secara signifikan. Sebagian metode sterilisasi
aman digunakan pada benih yang telah diskarifikasi kecuali metode sterilisasi
menggunakan NaClO hanya dapat digunakan pada benih tanpa skarifikasi. Okra is a horticultural crop with high economic value, but its cultivation is
hindered by physical dormancy due to the hard seed coat. Scarification is a method
of breaking dormancy used to accelerate and synchronize the germination of hard
seeds. Sterilization can be performed to reduce pathogen contamination in the seeds.
This study aims to analyze the effects of scarification and sterilization treatments
on the viability, vigor, and health of okra seeds. The experiment used a split-plot
completely randomized design. The scarification factor (with or without sandpaper
and sanding) served as the main plot, and seven sterilization treatments (control,
sun-drying, NaClO, 70% alcohol, fungicide with the active ingredient mancozeb,
hot water at 54±2 °C, and oven heating at 60 °C) served as subplots. The results
showed that scarification treatment with sanding only increased the maximum
growth potential but did not significantly improve the germination rate or vigor of
Jember-variety okra seeds. Sterilization treatments had a significant effect on all
seed quality parameters. Sterilization using fungicides was the best method for
suppressing contamination by Fusarium sp. fungi without reducing the
physiological quality of the seeds. The interaction of these two treatments only
maintained the vigor of Jember-variety okra seeds; it did not significantly increase
it. Most sterilization methods are safe to use on scarified seeds, except for the
NaClO sterilization method, which can only be used on unscarified seeds.

